Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi

Bernadette Sariyem

Senin, 06 April 2026 | 11:04 WIB
Ngomong Kotor dan Puji Allah saat Ancam Iran, Trump Dinilai Makin Frustrasi
Ancaman yang diunggah Presiden AS Donald Trump menjadi bahan ejekan warga sedunia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika tidak segera membuka akses Selat Hormuz pada Senin.
  • Penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari memicu krisis distribusi minyak dunia dan kekhawatiran guncangan ekonomi global yang serius.
  • Pemerintah Iran mengecam ancaman Trump sebagai kejahatan perang dan menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur akibat serangan Amerika Serikat.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai semakin stres karena mengalami kerugian besar, sekaligus tak bisa keluar dari perang yang dikobarkannya bersama Israel terhadap Iran.

Penilaian itu mencuat setelah pada hari Sabtu (4/4) akhir pekan lalu, mengunggah ancaman terbaru terhadap Iran yang tak mau gencatan senjata maupun membuka Selat Hormuz.

Dalam unggahan di media sosial Truth, Trump mengancam bakal menyerang Iran habis-habisan bila tidak mau membuka Selat Hormuz pada Senin (6/4/2026) hari ini.

Tapi, unggahan itu malah menjadi bahan ejekan warganet secara global karena berisi caci-maki terhadap Iran.

Tak hanya itu, dalam unggahan yang sama, Trump tak lagi memakai kalimat kesukaannya, melainkan mengakhirinya dengan menyebut nama Allah SWT.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya dalam satu persitiwa, di Iran. Tidak akan ada yang seperti ini!!! Buka Selat itu, dasar bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP," demikian unggahan Trump.

Unggahan itu kontan mendapat cibiran dari banyak warganet.

"Beberapa kata dalam cuitan terakhirnya tidak sesuai dengan gaya cuitannya yang biasa. Dan sekarang dia menulis ALLAH alih-alih Tuhan seperti biasanya. Selain itu, dia melewatkan bagian utama yaitu 'Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini'. Jadi pertanyaannya adalah, apa yang terjadi pada Donald Trump  dan di mana dia?" sindir akun X @IRTruePromise yang dikendalikan dari Iran.

"Iran telah membuat Trump mempercayai Allah," sindir akun @AdaMedia.

baca juga

"Unggahan baru Trump yang gila ini penuh dengan rasa frustrasi, keputusasaan, dan penghinaan. Namun, orang gila ini memiliki banyak senjata yang dapat digunakannya. Saya berdoa semoga para korban agresi keji ini diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk bertahan dan mengalahkan perang jahat ini," tulis akun @Bob_cart124 yang berada di Inggris.

Ultimatum 10 Hari dan Krisis Energi Global

Saat perang Iran, ancaman Trump ini bukan muncul tiba-tiba. Pada 26 Maret lalu, Trump telah menetapkan tenggat waktu 10 hari bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Jalur ini telah lumpuh total sejak Amerika Serikat dan Israel pertama kali melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Mengingat Selat Hormuz adalah urat nadi distribusi minyak dunia, penutupan ini telah memicu kekhawatiran akan terjadinya guncangan hebat pada ekonomi global.

Meskipun melontarkan retorika perang yang agresif, Trump sempat menyatakan dalam wawancaranya dengan Fox News pada hari Minggu, bahwa Iran saat ini sedang bernegosiasi dengan AS.

Ia menyatakan keyakinannya, kedua belah pihak masih bisa mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu tersebut berakhir.

Namun, nada optimisme tersebut kontras dengan ancaman penghancuran total yang ia sebar di media sosial.

Respons Keras Iran: Tindakan Kejahatan Perang

Pemerintah Iran tidak tinggal diam menanggapi gertakan Washington. Pejabat resmi Iran mengecam keras ancaman Trump dan berjanji akan melakukan pembalasan setimpal atas setiap serangan yang menargetkan infrastruktur mereka.

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta komunitas internasional untuk turun tangan.

“Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam untuk menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup sipil di Iran. Komunitas internasional dan semua negara memiliki kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang mengerikan tersebut. Mereka harus bertindak sekarang. Besok sudah terlambat,” ungkap perwakilan misi Iran untuk PBB dalam pernyataan resminya.

Senada dengan itu, Seyyed Mehdi Tabatabaei, deputi komunikasi di kantor kepresidenan Iran, menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka jika ada pembayaran kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh perang.

Ia menjelaskan, pembayaran tersebut akan dilakukan dalam bentuk biaya transit melalui "rezim hukum baru" di sekitar selat tersebut.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Iran bermaksud mengubah kendalinya atas selat tersebut menjadi sistem di mana setiap kapal yang melintas harus membayar biaya tetap, bahkan setelah perang berakhir.

Tabatabaei juga menepis ancaman Trump sebagai tanda kelemahan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa ancaman tersebut menunjukkan bahwa AS telah “menggunakan kata-kata kotor dan omong kosong karena rasa putus asa dan kemarahan yang luar biasa”.

Ancaman "Zaman Batu"

Eskalasi verbal ini didukung oleh pejabat tinggi AS lainnya. Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan mengancam akan mengirim Iran kembali ke “Zaman Batu”.

Serangan-serangan AS dan Israel sebelumnya memang dilaporkan telah menghantam infrastruktur sipil, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan universitas.

Para ahli hukum internasional memperingatkan bahwa penargetan sistematis terhadap fasilitas sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Namun, Trump tampak tidak peduli dengan kekhawatiran mengenai dampak serangan tersebut terhadap warga sipil Iran.

Saat diwawancarai oleh Wall Street Journal mengenai potensi penderitaan rakyat sipil akibat hancurnya pembangkit listrik dan jembatan, Trump memberikan jawaban yang mengejutkan.

“Tidak, mereka ingin kita melakukannya,” ujar Trump, sambil menambahkan bahwa rakyat Iran saat ini sudah “hidup di neraka”.

Hingga saat ini, ketidakpastian masih menyelimuti kapan konflik ini akan berakhir. Trump menolak memberikan garis waktu yang pasti mengenai akhir dari peperangan ini.

Ia hanya menutup pembicaraan dengan menyatakan, “Saya akan memberi tahu Anda segera.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin  Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

Tak Banyak Omong, Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

News | Senin, 06 April 2026 | 10:41 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang

Harga Minyak Brent Tembus 111 Dolar AS, Iran Syaratkan Ganti Rugi Perang

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 10:25 WIB

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin

News | Senin, 06 April 2026 | 10:08 WIB

Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran

Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran

News | Senin, 06 April 2026 | 09:57 WIB

Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah

News | Senin, 06 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?

Gelombang Panas Laut Makin Sering Terjadi, Apa Dampaknya bagi Ekosistem dan Masyarakat Pesisir?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia

Gagal ke Final Piala AFF 2026, Singapura Tetap Bangga Bisa Pulangkan Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi

Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi

Surakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

Batas Pengajuan Kompensasi Korban Terorisme Diperpanjang Jadi 10 Tahun

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel

Sidang Korupsi Fadia Arafiq: Eks Ajudan Bongkar Titipan Uang OPD untuk THR dan Ribuan Parsel

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik

Shin Tae-yong Disebut Keras, Hokky Caraka Ungkap Fakta soal Debat Taktik

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:36 WIB

The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia

The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu

Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan

Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:26 WIB

×