Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 06 April 2026 | 14:11 WIB
Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan
Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels]
baca 10 detik
  • Seorang sopir taksi daring berinisial WAH melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang berinisial SKD di Jakpus.
  • Pelaku nekat melakukan perbuatan cabul karena berada di bawah pengaruh narkoba jenis sabu saat mengemudikan kendaraan.
  • Korban berhasil meloloskan diri dan melaporkan kejadian melalui media sosial, sehingga polisi menangkap pelaku di Depok.

Suara.com - Sebuah perjalanan yang seharusnya aman berubah menjadi mimpi buruk bagi SKD (20). Penumpang taksi daring ini diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sopirnya sendiri, WAH (39) di kawasan Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat.

Belakangan terungkap, sang sopir nekat melancarkan aksi bejatnya di bawah pengaruh narkotika jenis sabu.

Direktorat Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Metro Jaya menemukan bukti kuat di lokasi kejadian yang menjelaskan perilaku abnormal pelaku.

"Barang bukti yang kami dapatkan di sana, kami menemukan di dalam mobil itu ada rangkaian alat yang digunakan pelaku untuk menggunakan narkoba," ungkap Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Pengaruh Sabu dan Percakapan Melecehkan

Pelaku diduga telah mengonsumsi sabu sehari sebelum kejadian. Zat terlarang ini ditengarai merusak kontrol diri dan memicu keberanian pelaku untuk melanggar hukum.

Kejadian bermula saat korban menaruh kepercayaan pada jasa transportasi daring tersebut. Namun di tengah jalan, gelagat WAH mulai mencurigakan. Ia mulai melontarkan kalimat-kalimat yang merendahkan martabat korban.

"Karena di situ ada kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa si driver ini mengajak berkencan atau mempertanyakan apakah perempuan ini membuka open BO. Kemudian, dia melakukan upaya perbuatan cabul dengan cara memegang dan meremas paha korban," jelas Rita.

Perlawanan Sengit Korban dan Viral di TikTok

baca juga

Situasi semakin mencekam ketika WAH mendadak melompat ke kursi belakang. Pelaku mencoba menindih tubuh korban secara paksa. Meski dalam kondisi terdesak, SKD menunjukkan keberanian luar biasa dengan melawan hingga berhasil meloloskan diri dari mobil.

Tak hanya melawan secara fisik, korban juga sempat merekam aksi tersebut sebagai bukti siber.

"Si korban pada akhirnya mengunggah kegiatan atau hasil perekaman tersebut di media sosial di akun TikTok dan selanjutnya viral," tambah Rita.

Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Pol Rita Wulandari Wibowo (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Ilham Kausar
Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Pol Rita Wulandari Wibowo (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Ilham Kausar

Netizen yang geram kemudian beramai-ramai melakukan mention ke akun @Ditreskrimum_PMJ. Polisi bergerak cepat merespons laporan publik tersebut dan langsung menghubungi korban untuk memberikan perlindungan.

Mengingat posisi korban yang sudah kembali ke kampung halamannya, polisi memastikan prosedur pendampingan tetap berjalan lintas wilayah.

"Karena kondisi korban tidak berada di wilayah Polda Metro Jaya karena sudah kembali ke wilayah Jawa Tengah, sehingga kami membantu memfasilitasi, kemudian memandu untuk dipertemukan dengan tim pendamping dari UPTD PPA DKI," ucap Rita.

Saat ini, korban telah ditempatkan di rumah perlindungan sementara untuk mendapatkan asesmen, konseling, serta pemulihan trauma (treatment).

Sementara itu, pelarian WAH berakhir di Depok pada Rabu (1/4) saat Tim Subdit 3 PPA-PPO menciduknya. Kini, sang sopir terancam mendekam di balik jeruji besi dengan jeratan Pasal 414 KUHP dan/atau Pasal 5 Jo Pasal 6 Jo Pasal 4 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

WAH terancam hukuman penjara maksimal 9 tahun dan denda paling banyak Rp50 juta atas perbuatannya yang mencoreng keamanan transportasi publik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!

Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!

News | Senin, 06 April 2026 | 08:39 WIB

Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!

Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya Pembujukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi!

Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya Pembujukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi!

News | Kamis, 02 April 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi lewat Ruang Berkarya di Hari Batik Nasional

Pertamina Dorong Kemandirian Ekonomi lewat Ruang Berkarya di Hari Batik Nasional

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Gangguan Eskalator di Stasiun Duri, 10 Orang Dewasa dan 2 Anak Terluka

Gangguan Eskalator di Stasiun Duri, 10 Orang Dewasa dan 2 Anak Terluka

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:44 WIB

BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia

BRI Dukung MotoGP Indonesia 2026, Perkuat Potensi Sport Tourism di Panggung Dunia

Sumbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, BRI Dukung Sport Tourism Indonesia

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, BRI Dukung Sport Tourism Indonesia

Sumsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia

Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Urutan Zodiak Paling Berpotensi Jadi Miliarder dan Sukses di Usia Muda

Urutan Zodiak Paling Berpotensi Jadi Miliarder dan Sukses di Usia Muda

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Tak Harus Pergi Jauh, Jeda Singkat Bisa Dimulai dari Rutinitas Sederhana

Tak Harus Pergi Jauh, Jeda Singkat Bisa Dimulai dari Rutinitas Sederhana

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki

Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:28 WIB

5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya

5 Jalur Resmi Rinjani Kembali Dibuka, Cek Cara Daftarnya

Bali | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo

Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 12:25 WIB

×