-
Pemuda Iran membentuk rantai manusia untuk melindungi pembangkit listrik dari serangan militer Amerika.
-
Donald Trump mengancam akan menghancurkan seluruh jembatan dan fasilitas listrik Iran besok malam.
-
Teheran menolak gencatan senjata sementara dan menuntut jaminan keamanan permanen melalui mediator Pakistan.
Suara.com - Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran kini telah memasuki fase yang sangat krusial dan mengkhawatirkan.
Pemerintah Iran secara resmi telah mengimbau seluruh elemen pemuda untuk segera bergerak menuju titik-titik vital negara.
Langkah ini diambil menyusul semakin dekatnya tenggat waktu yang diberikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait Selat Hormuz.
Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran meminta para atlet, mahasiswa, hingga seniman berkumpul di lokasi pembangkit listrik mulai Selasa siang.
Aksi massa yang direncanakan ini akan berlangsung sekitar tiga belas jam sebelum batas waktu ultimatum dari pihak Amerika berakhir.
Alireza Rahimi selaku Deputi Urusan Pemuda Iran menyatakan bahwa inisiatif ini murni berasal dari aspirasi generasi muda setempat.
Keterlibatan organisasi kepemudaan dan komunitas kreatif menjadi pilar utama dalam gerakan pertahanan simbolis yang cukup masif ini.
"Tindakan ini (rantai manusia) dibentuk atas saran dari para pemuda itu sendiri," ujar Alireza Rahimi dalam sebuah pesan video dikutip dari NDTV.
Ia menjelaskan bahwa banyak pihak dari kalangan akademisi yang menginginkan adanya perlindungan fisik pada objek vital nasional mereka.
"Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk cincin manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik negara," tambahnya.
Pemerintah Iran memberi nama gerakan ini sebagai wujud persatuan bangsa dalam menghadapi tekanan militer asing yang kian nyata.
Aksi tersebut diharapkan menjadi pesan kuat kepada dunia internasional mengenai solidaritas rakyat Iran saat kedaulatan mereka terancam.
"Tindakan simbolis ini disebut 'Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah'," kata menteri terkait dalam penjelasannya.
Kehadiran fisik para pemuda di fasilitas listrik dianggap sebagai bentuk janji setia mereka dalam menjaga aset berharga negara.
"Kami berharap dengan partisipasi kaum muda di seluruh negeri, rantai manusia ini akan terbentuk di sekitar pembangkit listrik, dan itu akan menjadi tanda komitmen kaum muda untuk melindungi infrastruktur negara dan membangun masa depan yang cerah," tambahnya.