Respon Ancaman Donald Trump, Pemuda Iran Siaga Jaga Objek Vital Negara dengan Rantai Manusia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 07 April 2026 | 13:00 WIB
Respon Ancaman Donald Trump, Pemuda Iran Siaga Jaga Objek Vital Negara dengan Rantai Manusia
Pemuda Iran membentuk rantai manusia untuk melindungi pembangkit listrik dari ancaman serangan militer Amerika Serikat besok malam. (Wavid Online)
baca 10 detik
  • Pemuda Iran membentuk rantai manusia untuk melindungi pembangkit listrik dari serangan militer Amerika.

  • Donald Trump mengancam akan menghancurkan seluruh jembatan dan fasilitas listrik Iran besok malam.

  • Teheran menolak gencatan senjata sementara dan menuntut jaminan keamanan permanen melalui mediator Pakistan.

Di sisi lain, Donald Trump justru memperluas target serangannya yang kini mencakup jembatan-jembatan strategis di seluruh wilayah Iran.

Ultimatum ini menjadi semakin panas setelah Teheran secara tegas menolak usulan gencatan senjata selama empat puluh lima hari.

Pihak Iran berkeras bahwa mereka hanya menginginkan kesepakatan permanen yang bisa mengakhiri konflik secara tuntas tanpa syarat tambahan.

Presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa kapasitas pertahanan Iran bisa dilumpuhkan total dalam waktu yang sangat singkat.

"Seluruh negara dapat dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam," ujar Trump yang menegaskan bahwa batas waktu ini bersifat final.

Meskipun telah memberikan beberapa kali perpanjangan waktu sebelumnya, Trump kini terlihat lebih serius untuk melancarkan serangan udara besar-besaran.

Fasilitas publik seperti jembatan penyeberangan menjadi target utama yang akan dihancurkan jika tuntutan Amerika Serikat tidak segera dipenuhi.

"Setiap jembatan di Iran akan hancur pada jam 12 besok malam," tegasnya mengenai rencana operasi militer yang akan datang.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh fasilitas pembangkit tenaga listrik di Iran akan dibuat tidak berfungsi untuk selamanya melalui serangan tersebut.

baca juga

Pembangkit-pembangkit itu akan "terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi," sesuai dengan pernyataan keras sang presiden.

Saat dikonfrontasi mengenai potensi tuduhan kejahatan perang karena menargetkan infrastruktur sipil, Trump memberikan jawaban yang sangat mengejutkan publik.

Ia merasa tidak perlu khawatir terhadap opini internasional maupun hukum perang terkait dampak dari aksi militer yang ia rencanakan.

Ditanya apakah ia khawatir tentang tuduhan kejahatan perang, Trump menjawab, "Tidak, tidak sama sekali."

Trump bahkan mengklaim bahwa sebenarnya masyarakat Iran sendiri yang mengharapkan adanya intervensi dari militer Amerika Serikat saat ini.

Menurut pandangannya, tekanan militer tersebut merupakan satu-satunya jalan untuk mengganti kepemimpinan yang saat ini berkuasa di Teheran.

Warga Iran disebut oleh Trump sebagai kelompok yang memiliki ketabahan tinggi dalam menghadapi penderitaan demi sebuah visi perubahan.

Warga Iran "bersedia menderita", katanya, "demi memiliki kebebasan," meskipun situasi di lapangan menunjukkan pemandangan yang sangat berbeda.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya tanda-tanda pemberontakan rakyat di tengah ancaman pengeboman yang semakin mendekat ke pemukiman.

Amerika Serikat memberikan pilihan sulit bagi Iran: buka Selat Hormuz bagi semua kapal atau hadapi kehancuran total infrastruktur.

Situasi semakin rumit setelah Israel turut menyerang pabrik petrokimia dan menargetkan petinggi intelijen Garda Revolusi Iran beberapa waktu lalu.

Teheran telah mengirimkan sepuluh poin rencana perdamaian melalui Pakistan sebagai mediator utama dalam konflik yang sedang berlangsung ini.

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mundur sebelum mendapatkan jaminan keamanan yang pasti dari pihak Washington dan sekutunya.

"Kami hanya menerima diakhirinya perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi," tegas Mojtaba Ferdousi Pour kepada media.

Rasa tidak percaya Iran terhadap pemerintahan Trump menjadi hambatan besar karena adanya riwayat pemboman pada sesi perundingan sebelumnya.

"Kami masih berbicara dengan kedua belah pihak," ujar seorang pejabat regional yang berusaha menjaga agar jalur diplomasi tetap terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam

Sekolah Musik Honiak Iran Hancur Kena Rudal Israel, Pemilik: Aset 15 Tahun Lenyap dalam Semalam

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:38 WIB

Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:32 WIB

AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir

AS - Israel Mau Bikin Iran Mandul Nuklir

News | Selasa, 07 April 2026 | 12:24 WIB

Terkini

Hubungkan Sabang dan Andaman, Prabowo-Modi Siapkan Koridor Ekonomi Baru RI-India

Hubungkan Sabang dan Andaman, Prabowo-Modi Siapkan Koridor Ekonomi Baru RI-India

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:09 WIB

Masih di RS Fatmawati, Begini Kondisi Bocah Bekasi Korban Peluru Nyasar

Masih di RS Fatmawati, Begini Kondisi Bocah Bekasi Korban Peluru Nyasar

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:03 WIB

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:00 WIB

Papua Memanas, Bambang Pacul Ingatkan Mandat UU: Itu Tanggung Jawab Wapres

Papua Memanas, Bambang Pacul Ingatkan Mandat UU: Itu Tanggung Jawab Wapres

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:56 WIB

Prabowo Sambut Hangat PM India Narendra Modi dengan Pelukan Erat di Istana Merdeka

Prabowo Sambut Hangat PM India Narendra Modi dengan Pelukan Erat di Istana Merdeka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Prabowo dan Modi Teken 16 Kesepakatan: Dari Rudal Brahmos hingga Restorasi Prambanan

Prabowo dan Modi Teken 16 Kesepakatan: Dari Rudal Brahmos hingga Restorasi Prambanan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:45 WIB

Ngeri! Dada Bocah 9 Tahun di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar Saat Asyik Bermain

Ngeri! Dada Bocah 9 Tahun di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar Saat Asyik Bermain

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:44 WIB

Kebelet Nyabu, Bandit Jalanan Diciduk Polisi Usai Jambret Ponsel Milik WNA Prancis di Kota Tua

Kebelet Nyabu, Bandit Jalanan Diciduk Polisi Usai Jambret Ponsel Milik WNA Prancis di Kota Tua

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:37 WIB

Roy Suryo Buka Babak Baru Praperadilan, Bidik Pasal yang Jadi Dasar Penetapan Tersangka

Roy Suryo Buka Babak Baru Praperadilan, Bidik Pasal yang Jadi Dasar Penetapan Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:36 WIB

Roy Suryo Sambut Putusan Praperadilan, Klaim Jadi Babak Baru Penegakan Hukum

Roy Suryo Sambut Putusan Praperadilan, Klaim Jadi Babak Baru Penegakan Hukum

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:27 WIB

×