Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 07:20 WIB
Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
Donald Trump (Poltus?
baca 10 detik

Donald Trump menunda serangan destruktif ke Iran selama dua minggu atas permintaan pemerintah Pakistan.

Iran wajib membuka penuh Selat Hormuz sebagai syarat utama penangguhan pengeboman oleh militer AS.

Proposal sepuluh poin dari Iran menjadi dasar kuat negosiasi perdamaian permanen di Timur Tengah.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan membatalkan rencana aksi militer ke wilayah Iran.

Keputusan krusial ini diambil setelah adanya komunikasi intensif antara pemimpin Amerika Serikat dengan otoritas tinggi dari Pakistan.

Trump bersedia memberikan waktu tambahan selama empat belas hari sebelum mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Teheran.

Penangguhan serangan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi proses diplomasi yang sedang berjalan di balik layar.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa penundaan ini bukan tanpa syarat bagi pemerintahan Iran dalam waktu dekat ini.

Trump menegaskan bahwa Iran wajib memastikan keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz tanpa pengecualian.

Kawasan perairan tersebut harus dibuka secara total dan segera untuk menjamin stabilitas ekonomi dunia yang terdampak.

Kebijakan ini menjadi jaminan agar kekuatan tempur Amerika Serikat tidak diluncurkan menuju sasaran di daratan Iran.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.

baca juga

Pernyataan resmi tersebut disiarkan secara luas melalui kanal komunikasi digital resmi milik pemerintah Amerika Serikat.

Meskipun tensi sempat memuncak, Trump memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan yang bersifat permanen.

Ia meyakini bahwa solusi diplomatik untuk mengakhiri perselisihan di kawasan Timur Tengah sudah berada di depan mata.

Kedua belah pihak tampaknya mulai menemukan titik temu untuk meredam permusuhan yang telah berlangsung selama ini.

Optimisme ini muncul seiring dengan adanya itikad baik dari pihak Teheran dalam menyampaikan rencana perdamaian mereka.

Negosiasi intensif diprediksi akan terus dilakukan selama masa penangguhan serangan militer yang berlaku dua pekan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur

Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:13 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:01 WIB

Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta

Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×