AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 16 April 2026 | 11:22 WIB
AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?
Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)

Suara.com - Amerika Serikat telah memblokade Selat Hormuz awal pekan ini (13/4/2026) untuk memperlemah dominasi Iran di daerah perairan tersebut.

Namun langkah ini dibarengi dengan situasi yang membuat Negeri Paman SAM diprediksi makin keteteran.

Militer Amerika Serikat disebut telah menghabiskan seluruh persediaan Rudal Serang Presisi atau Precision Strike Missiles (PrSM) yang belum teruji pada awal serangannya terhadap Iran bulan lalu.

Rudal balistik jarak pendek hingga menengah yang dikembangkan oleh Lockheed Martin direncanakan untuk menggantikan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat atau Army Tactical Missile System (ATACMS) yang sudah tua.

Senjata baru ini baru menyelesaikan fase prototipe tahun lalu, dan akhirnya digunakan tanpa siklus pengujian penuh, menurut laporan RT.com.

Laporan media menunjukkan bahwa rudal baru tersebut terlibat dalam setidaknya satu insiden yang menimbulkan banyak korban jiwa selama serangan terhadap Iran, menewaskan sekitar 21 orang di sebuah sekolah dan aula olahraga di kota Lamerd, Iran selatan.

Angkatan Darat AS telah Menghabiskan Seluruh Persediaan Rudal

Seorang pejabat di Fort Sill, Jimmy Arter mengungkapkan sebuah unit Angkatan Darat AS yang dilengkapi dengan rudal baru tersebut telah menghabiskan seluruh persediaannya di awal konflik.

Pejabat tersebut menyampaikan pernyataan itu pada Simposium Fires, yang sedang berlangsung di Oklahoma Fires Innovation Science and Technology Accelerator (FISTA).

baca juga

“Kami telah menghabiskan seluruh persediaan PrSM kami saat awal perang, dan kami sudah menerima lebih banyak lagi,” kata Arter, seperti dikutip oleh Aviation Week.

Serangan terhadap Iran telah membuktikan kemampuan rudal baru tersebut dan pengujian lebih lanjut terhadap PrSM tidak diperlukan, klaim Arter.

Seorang juru bicara Angkatan Darat AS kemudian mengatakan bahwa sejumlah senjata PrSM masih berada dalam inventaris militer, seperti yang dicatat oleh Aviation Week.

Pentagon telah memesan 130 unit sebelum tahun fiskal 2024 dan 250 unit lagi pada tahun 2025, namun masih belum jelas berapa banyak amunisi yang telah dikirimkan.

Rudal PrSM kemungkinan digunakan dalam serangan Lamerd pada 28 Februari, demikian laporan New York Times, mengutip bukti visual yang diperiksa oleh para ahli senjata.

NYT mengatakan bahwa, karena rudal itu baru, sulit untuk menilai apakah serangan itu "disengaja" atau berasal dari cacat desain amunisi yang belum diuji atau intelijen yang salah.

AS Hadapi Dilema

Militer Iran menggagalkan misi penyelamatan pilot Amerika Serikat dengan menghancurkan armada pesawat di wilayah Isfahan. (tasnimnews)
Militer Iran menggagalkan misi penyelamatan pilot Amerika Serikat dengan menghancurkan armada pesawat di wilayah Isfahan. (tasnimnews)

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon kini menghadapi dilema. Selain rudal Patriot dan SM-3, sistem pertahanan antirudal THAAD telah dikerahkan ke Israel dan Yordania.

Namun, AS juga harus mempertahankan stok yang cukup untuk sistem THAAD di Korea Selatan dan Guam guna menangkal ancaman dari Korea Utara dan China.

Becca Wasser, peneliti senior di Center for a New American Security, menyoroti tingginya tingkat penggunaan rudal jelajah Tomahawk (TLAM) oleh AS, baik di Timur Tengah maupun dalam operasi lain seperti di Nigeria.

"Dalam simulasi perang, TLAM adalah salah satu amunisi pertama yang habis dalam minggu pertama konflik AS-China," kata Wasser.

Tak Hanya AS, Israel Turut Alami Kekurangan

Meski keterlibatan militer Israel membantu meringankan beban serangan ofensif AS, negara tersebut juga menghadapi kendala logistik serupa. Israel dilaporkan masih kekurangan rudal pencegat Arrow 3 dan rudal balistik yang diluncurkan dari udara.

Jonathan Conricus, senior fellow di Foundation for Defense of Democracies, menilai bahwa sejauh ini volume serangan balasan Iran belum mencapai tingkat yang dikhawatirkan.

Namun, dia menekankan bahwa pada akhirnya perang ini adalah masalah kalkulasi angka.

"Ini berujung pada jumlah. Berapa banyak rudal pencegat yang kita miliki dibandingkan dengan berapa banyak peluncur yang mampu mereka (Iran) operasikan dan tembakkan," jelas mantan juru bicara IDF tersebut.

Jika perang terus berlanjut dan kebutuhan akan rudal pencegat meningkat, Pentagon kemungkinan harus mengambil keputusan sulit untuk mengakses cadangan amunisi yang tersimpan di wilayah Pasifik.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:58 WIB

AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:57 WIB

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB

Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran

Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:17 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×