Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang

Galih Prasetyo

Rabu, 22 April 2026 | 18:10 WIB
Pemuda Katolik Soroti Klarifikasi JK, Dinilai Perlu Lebih Efektif dan Tak Perlu Berulang
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan penjelasan mendalam terkait materi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung pada pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. (Suara.com/Bagaskara)
  • Pemuda Katolik menanggapi klarifikasi Jusuf Kalla pada 18 dan 21 April 2026 terkait dugaan penistaan agama di UGM.
  • Organisasi tersebut menilai konferensi pers JK berpotensi memperluas polemik dengan menyeret nama tokoh nasional ke ruang publik.
  • Pemuda Katolik meminta semua pihak menghormati proses hukum dan menahan diri agar suasana tetap kondusif bagi masyarakat.

Suara.com - Pemuda Katolik menanggapi dua konferensi pers yang disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla pada 18 dan 21 April 2026.

Klarifikasi tersebut dilakukan terkait dugaan penistaan agama dalam ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sebelumnya memicu polemik di ruang publik.

Ketua Bidang Hukum Pemuda Katolik, FX Sintua Widhiatmoko, menegaskan pihaknya tetap menghormati kontribusi Jusuf Kalla dalam berbagai upaya perdamaian nasional.

Namun ia menilai, respons yang disampaikan seharusnya lebih terukur dan tidak memperpanjang kegaduhan.

“Kami sangat menghormati kontribusi beliau dalam penyelesaian konflik di Poso dan Ambon. Namun sebagai tokoh bangsa, diharapkan dapat bersikap arif. Klarifikasi Pak JK harus efektif dan efisien, tidak perlu berulang kali konferensi pers,” ujar FX Sintua, Selasa (21/4/2026).

Ia juga menyoroti pernyataan dalam konferensi pers yang dinilai menyeret sejumlah nama tokoh nasional lain, termasuk mantan presiden.

Menurutnya, hal tersebut justru berpotensi memperluas polemik di ruang publik.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Jusuf Kalla disebut menyinggung peran sejumlah tokoh dalam penyelesaian konflik masa lalu. Hal itu kemudian menjadi sorotan karena dinilai membuka ruang perdebatan baru.

Pemuda Katolik menegaskan bahwa laporan yang mereka ajukan bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan merupakan mekanisme hukum yang sah.
Laporan tersebut, kata mereka, berangkat dari dinamika di media sosial terkait isi ceramah di UGM yang memicu beragam interpretasi.

“Ini bagian dari proses hukum. Lebih baik semua pihak menahan diri dan tidak membangun opini berlebihan sebelum ada kejelasan hukum,” kata FX Sintua.

Ia juga menilai terdapat perbedaan pandangan terkait isi ceramah yang disampaikan.

Menurutnya, ada saksi sejarah yang memiliki versi berbeda atas peristiwa yang disampaikan dalam ceramah tersebut.

Lebih lanjut, FX Sintua menyayangkan jika konferensi pers justru melibatkan banyak pihak di luar substansi persoalan.

Ia menilai hal itu membuat fokus isu menjadi melebar.

Pemuda Katolik berharap seluruh pihak dapat menjaga ruang publik tetap kondusif dan menyerahkan proses sepenuhnya kepada jalur hukum.

Mereka juga membuka ruang bagi klarifikasi lanjutan yang lebih ringkas dan tidak memicu polemik baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

Gibran soal Pernyataan Peran Jusuf Kalla di Karier Jokowi: Beliau Teladan Kita Semua

News | Rabu, 22 April 2026 | 14:24 WIB

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama

News | Selasa, 21 April 2026 | 20:07 WIB

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?

News | Selasa, 21 April 2026 | 18:59 WIB

Usut Kasus Penghasutan Ade Armando dan Abu Janda! Polisi Mulai Verifikasi Bukti Potongan Ceramah JK

Usut Kasus Penghasutan Ade Armando dan Abu Janda! Polisi Mulai Verifikasi Bukti Potongan Ceramah JK

News | Selasa, 21 April 2026 | 15:58 WIB

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

Dipolisikan Bareng Abu Janda, Ade Armando Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Ceramah JK!

News | Selasa, 21 April 2026 | 13:44 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB