Harapan Baru Ahmad Lutfi, Bisa Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat

Fabiola Febrinastri

Minggu, 26 April 2026 | 18:00 WIB
Harapan Baru Ahmad Lutfi, Bisa Kembali Bersekolah Lewat Sekolah Rakyat
Ahmad Lutfi (16), kini bisa melanjutkan sekolah berkat Sekolah Rakyat. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Punijah (45) merupakan seorang buruh tani serabutan di Sragen, Jawa Tengah. Di tengah kondisi Rebo, suaminya yang mengalami depresi dan sering pergi tanpa kepastian, ia harus menjadi tulang punggung keluarga seorang diri.

Punijah bersama suami dan dua anaknya hidup dalam keterbatasan. Penghasilannya sebagai buruh tani serabutan sekitar Rp20-30 ribu per hari.

"Itu kalau ada yang mempekerjakan. Kalau enggak ada mempekerjakan, ya enggak kerja," kata Punijah saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.

Punijah dan keluarganya tinggal di sebuah rumah sederhana berukuran 64 meter persegi di Dusun Bendorejo, Mondokan, Sragen. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah keropos. Jika hujan lebat mengguyur, air akan masuk ke rumah karena ada beberapa bagian yang bocor.

Perempuan penyandang disabilitas fisik pada tangan kanannya ini juga bercerita, akibat keterbatasan ekonomi, ia tak mampu membiayai sekolah Ahmad Lutfi (16) ke jenjang menengah atas setelah lulus dari sekolah menengah pertama. Sehingga sang anak sempat merasakan putus sekolah karena kondisi tersebut.

Bahkan, Lutfi mesti ikut bekerja di sebuah pabrik kerupuk hingga menjaga toko untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Padahal, Punijah mengungkapkan, anaknya itu sangat ingin bisa kembali bersekolah.

"'Mak, saya pengen sekolah lagi'," ungkap Punijah menirukan perkataan sang anak.

"Tapi saya enggak mampu. Karena saya jadi tulang punggung sendirian. Jadi saya enggak mampu untuk biayai anak sekolah," sambung Punijah dengan suara bergetar dan kesedihan yang terpancar di wajahnya.

Namun, kini mimpi Punijah agar Lutfi bisa melanjutkan pendidikan terwujud lewat Sekolah Rakyat. Sebuah program sekolah gratis dari Presiden Prabowo Subianto yang dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu.

baca juga

Bagi Punijah, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru agar anaknya bisa terus belajar dan masa depan keluarga perlahan tumbuh menjadi lebih baik.

"Alhamdulillah, sangat senang. Saya sangat bersyukur banget. Saya senang sekali. Soalnya anak saya bisa sekolah lagi," ujar Punijah penuh haru.

Saat ini, Ahmad Lutfi duduk di bangku sekolah menengah atas di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 78 Sragen. Seluruh kebutuhannya di sekolah berasrama itu terpenuhi dengan baik tanpa dipungut biaya apapun. Mulai dari perlengkapan sekolah, kebutuhan makan bergizi 3 kali sehari, hingga laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.

Anak sulung dari dua bersaudara ini mengatakan bahwa dirinya bercita-cita menjadi tentara. Ia ingin mengabdikan diri bagi negara.

Lutfi juga mengaku senang bisa mengenyam pendidikan di SRT 78 Sragen. Di sekolah ini, ia tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan secara akademis, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin dan mandiri.

"Terima kasih, Bapak Presiden, sudah menerima saya di Sekolah Rakyat. Saya bisa belajar dan menggapai cita-cita saya," ucap Lutfi.

Sekolah Rakyat menjadi bukti hadirnya pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Program ini bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mencetak lulusan yang cerdas, berkarakter, serta terampil.

Selain itu, Kemensos juga memberikan bantuan berupa dua ekor kambing untuk membantu menopang ekonomi keluarga Punijah. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Cepat dan Berkualitas, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel & Kalsel

Cepat dan Berkualitas, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel & Kalsel

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:00 WIB

Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi

Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:50 WIB

Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu

Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:35 WIB

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:26 WIB

Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang

Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×