Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!

Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 18:45 WIB
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
Perwakilan Perempuan Mahardika, Mutiara Ika. [Suara.com/Tsabita Aulia]
  • Organisasi Perempuan Mahardika menyatakan sistem ekonomi dan kerja di Indonesia saat ini masih memiskinkan kaum buruh secara sistemik.
  • Perwakilan Mutiara Ika mengkritik UU Cipta Kerja yang dinilai lebih memprioritaskan investasi modal asing daripada kesejahteraan rakyat.
  • Diskusi di Jakarta Selatan menyoroti ketimpangan ekstrem dan dominasi oligarki yang menghambat buruh mencapai taraf hidup sejahtera.

Suara.com - Organisasi Perempuan Mahardika menyebut sistem kerja dan ekonomi di Indonesia saat ini masih cenderung memiskinan kaum buruh. Hal tersebut dinilai sebagai kelanjutan dari persoalan sistemik yang dahulu diperjuangkan oleh aktivis buruh Marsinah.

Perwakilan Perempuan Mahardika, Mutiara Ika, menjelaskan bahwa esensi perjuangan Marsinah bukan sekadar simbol sejarah, melainkan sebuah gugatan terhadap sistem ekonomi yang berorientasi pada investasi asing dan pemusatan kekuasaan.

"Marsinah sedang menggugat sistem kerja yang memiskinan buruh perempuan dan buruh secara keseluruhan, dan sistem itu yang masih sama kita hadapi pada hari ini," ujar Ika dalam diskusi publik bertajuk "Perempuan Melawan Eksploitasi, Impunitas, dan Militerisme" di Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Ika mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah saat ini, termasuk Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, yang dinilai lebih mengutamakan modal asing dibandingkan penguatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, hal ini berdampak pada hilangnya jaminan hak-hak buruh dan minimnya pembelaan pemerintah terhadap pekerja.

"Dalam kebijakan-kebijakan yang hari ini ada seperti contoh adalah UU Cipta Kerja itu semangat untuk mengandalkan perekonomian Indonesia pada investasi modal asing bukan pada penguatan ekonomi kerakyatan itu sangat terlihat jelas sekali," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ika memaparkan data dari Center Of Economic and Law Studies (CELIOS) mengenai ketimpangan ekstrem di Indonesia.

Ia menyoroti fakta bahwa 50 orang terkaya di Indonesia menguasai kekayaan yang setara dengan 55 juta warga lainnya.

Ika juga memberikan ilustrasi mengenai sulitnya buruh mencapai taraf sejahtera di tengah sistem yang dianggapnya berpihak pada oligarki.

"Kalau teman-teman buruh itu ingin menyamai kekayaannya Presiden Prabowo itu kayaknya butuh dua abad kalau nggak salah begitu. Ini memang sebenarnya mau bilang nggak mungkin gitu ya, nggak mungkin penghasilan buruh itu bisa. Jangankan kaya, menjadi sejahtera aja susah," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ika turut mengkritik gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilainya melanggengkan sistem kekuasaan yang berpusat pada segelintir orang.

Ia menyebut karakter pemerintahan saat ini bersifat sentralistik, di mana aset negara dikuasai oleh kelompok pebisnis dan politisi tertentu.

"Kita nggak butuh 5 tahun untuk bilang bahwa Presiden Prabowo ini adalah presiden yang melanggengkan sistem oligarki, sistem yang membenarkan adanya kekuasaan pada segelintir orang begitu," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:04 WIB

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:45 WIB

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:04 WIB

Terkini

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:39 WIB

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal

3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:25 WIB

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:18 WIB

Terungkap! Peran Eks Direktur SMP di Kasus Chromebook Bikin Heboh

Terungkap! Peran Eks Direktur SMP di Kasus Chromebook Bikin Heboh

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:16 WIB

Resmi! Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Daycare Usai Marak Kekerasan Anak

Resmi! Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Daycare Usai Marak Kekerasan Anak

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:04 WIB

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:00 WIB