Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 14:07 WIB
Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?
Donald Trump (Tangkapan layar X)
baca 10 detik
  • Donald Trump menolak proposal perdamaian tiga tahap Iran karena dinilai tidak layak diterima.

  • Iran menawarkan penghentian pengayaan uranium 15 tahun dan gencatan senjata di seluruh kawasan.

  • Amerika Serikat memilih melanjutkan operasi militer daripada menyetujui draf perdamaian usulan pihak Teheran.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menolak tawaran perdamaian terbaru yang diajukan Iran untuk mengakhiri ketegangan.

Keputusan ini diambil setelah Trump melakukan kajian mendalam terhadap draf rencana strategis yang dikirimkan oleh pihak Teheran.

Trump menilai poin-poin dalam usulan tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh pemerintah Washington.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)

Penolakan ini menandakan bahwa tekanan diplomatik dan militer Amerika Serikat terhadap Iran akan terus berlanjut.

Operasi militer yang dijalankan Amerika Serikat di kawasan tersebut diklaim Trump masih berjalan sesuai rencana.

“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya — itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan tegas tersebut merespons laporan mengenai rencana tiga tahap Iran untuk mencapai stabilitas jangka panjang.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

Iran sebelumnya dikabarkan bersedia menghentikan aktivitas pengayaan uranium mereka dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.

Tawaran tersebut juga mencakup penghentian total segala bentuk permusuhan dengan Amerika Serikat dalam sebulan.

baca juga

Skema perdamaian ini dirancang untuk menciptakan gencatan senjata menyeluruh yang melibatkan sekutu masing-masing di Timur Tengah.

Dalam draf tersebut, Iran mengusulkan adanya kesepakatan non-agresi yang turut mengikat posisi Israel dan proksi regional.

Tim pemantau internasional rencananya akan dibentuk untuk memastikan tidak ada pelanggaran selama masa gencatan senjata berlangsung.

Pada fase teknis, Iran menawarkan pembekuan pengayaan uranium dengan batas maksimal hanya sebesar 3,6 persen.

Angka ini merujuk pada prinsip penyimpanan nol guna meyakinkan dunia internasional atas program nuklir mereka.

Tahap akhir dari proposal itu adalah pembukaan dialog strategis antara Iran dengan negara-negara tetangga Arab.

Konflik ini berakar dari kekhawatiran global terhadap ambisi nuklir Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Hubungan kedua negara semakin memanas setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir sebelumnya dan memberlakukan sanksi ekonomi.

Rencana tiga tahap ini merupakan upaya terbaru Iran untuk keluar dari isolasi diplomatik melalui jalur negosiasi formal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:44 WIB

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Lipstik Apa yang Bikin Bibir Hitam? Kenali Ciri-Cirinya agar Tak Salah Beli

Lipstik Apa yang Bikin Bibir Hitam? Kenali Ciri-Cirinya agar Tak Salah Beli

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:12 WIB

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 14:08 WIB

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:05 WIB

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:57 WIB

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:56 WIB

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

×