Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

Vania Rossa

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:12 WIB
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
The 6th Siloam Oncology Summit 2026. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Data GLOBOCAN 2022 mencatat ratusan ribu kasus kanker di Indonesia dengan mayoritas pasien terdiagnosis pada stadium lanjut.
  • MRCCC Siloam Semanggi menyelenggarakan Siloam Oncology Summit 2026 di Jakarta pada 22–24 Mei untuk membahas kemajuan penanganan kanker.
  • Para pakar mendorong penerapan pengobatan presisi, teknologi modern, dan kolaborasi multidisiplin demi meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

Suara.com - Kanker masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 mencatat sekitar 408.661 kasus baru dan 242.099 kematian akibat kanker. Lebih mengkhawatirkan, sekitar 60–70% pasien baru terdiagnosis saat sudah memasuki stadium lanjut—kondisi yang membuat penanganan menjadi lebih kompleks.

Situasi ini mendorong para pakar untuk mengubah pendekatan pengobatan kanker, dari yang bersifat umum menjadi lebih personal, presisi, dan berbasis kolaborasi lintas disiplin.

Pendekatan ini menjadi sorotan dalam The 6th Siloam Oncology Summit 2026 yang digelar oleh Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta. Forum ini menghadirkan puluhan ahli nasional dan internasional untuk membahas perkembangan terbaru dalam penanganan kanker.

Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS, menegaskan bahwa masa depan terapi kanker tidak bisa lagi disamaratakan untuk semua pasien.

“Melalui Siloam Oncology Summit 2026, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi multidisiplin dan menjembatani keahlian global dengan praktik klinis di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan yang lebih personal memungkinkan setiap pasien mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi biologis dan karakteristik penyakitnya.

“Kami percaya bahwa masa depan penanganan kanker terletak pada pendekatan yang semakin personal, presisi, dan berbasis tim, sehingga setiap pasien dapat memperoleh terapi yang paling tepat dan berkualitas,” lanjut dr. Edy.

Tidak semua kanker memiliki karakter yang sama, bahkan dalam jenis yang serupa sekalipun. Inilah yang melahirkan konsep precision oncology, yaitu penanganan berbasis profil genetik, kondisi tubuh, hingga respons pasien terhadap terapi.

Pendekatan ini biasanya dilakukan melalui kerja sama Multidisciplinary Team (MDT), yang melibatkan berbagai spesialis—mulai dari onkologi medik, bedah, radiologi, patologi, hingga kedokteran nuklir. Dengan kolaborasi ini, keputusan terapi bisa diambil lebih cepat dan akurat.

baca juga

Peran Teknologi dalam Terapi Kanker

Kemajuan teknologi juga memainkan peran besar dalam meningkatkan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah penggunaan CT-LINAC (Computed Tomography Linear Accelerator), teknologi radioterapi modern yang memungkinkan dokter melihat tumor secara real-time saat terapi berlangsung.

Dengan teknologi ini, terapi radiasi bisa disesuaikan secara langsung dengan perubahan kondisi tumor, sehingga lebih presisi dan meminimalkan kerusakan jaringan sehat di sekitarnya.

Pendekatan ini dikenal sebagai adaptive radiotherapy, yang kini semakin banyak digunakan dalam praktik onkologi modern.

Lebih dari Sekadar Pengobatan

Penanganan kanker saat ini tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga kualitas hidup pasien. Karena itu, aspek lain seperti perawatan paliatif, dukungan psikologis, hingga peran perawat dan farmasi onkologi juga menjadi bagian penting dalam terapi.

Selain itu, edukasi masyarakat tentang deteksi dini tetap menjadi kunci. Tingginya angka diagnosis di stadium lanjut menunjukkan bahwa kesadaran untuk melakukan skrining masih perlu ditingkatkan.

Kolaborasi Global untuk Indonesia

Forum ini juga menghadirkan lebih dari 11 pakar internasional dari berbagai institusi dunia, termasuk MD Anderson Cancer Center (AS), National University Hospital (Singapura), hingga Yonsei Medical Center (Korea Selatan). Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan penerapan standar global di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga aktif dalam pengembangan praktik terbaik di bidang onkologi.

Pada akhirnya, arah baru penanganan kanker semakin jelas: bukan lagi sekadar mengobati penyakit, tetapi memahami setiap pasien secara unik—dan memberikan terapi yang benar-benar sesuai untuknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI

Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI

News | Sabtu, 25 April 2026 | 15:29 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Terkini

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

Mahfud Soroti Aksi Sadap Prabowo: Singgung Pasal Makar hingga Hukuman Mati Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:12 WIB

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Hindari Iritasi, Ini Cara Memilih Krim Malam Berdasarkan Jenis Kulit dan Usia

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 08:09 WIB

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

×