Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

Bangun Santoso

Selasa, 05 Mei 2026 | 17:16 WIB
Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana
Ade Armando (tengah) saat diumumkan secara resmi bergabung ke PSI. (Suara.com/Rakha)
baca 10 detik
  • Ade Armando dilaporkan oleh puluhan ormas Islam ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran video ceramah Jusuf Kalla.
  • Para pelapor menuduh Ade Armando beserta dua rekannya menyebarkan potongan video menyesatkan yang berpotensi memicu adu domba.
  • Ade Armando membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk kooperatif menjalani proses hukum di pihak kepolisian.

Suara.com - Pegiat media sosial yang baru saja menyatakan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, buka suara terkait laporan polisi yang menyeret namanya.

Ade Armando secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya telah melakukan fitnah terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terkait unggahan video ceramah di media sosial.

Persoalan ini mencuat setelah gabungan puluhan organisasi masyarakat (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya (Abu Janda), dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri.

Mereka dituding menyebarkan potongan video ceramah Jusuf Kalla dengan narasi yang dianggap menyesatkan dan berpotensi mengadu domba antarumat beragama.

Menanggapi hal tersebut, Ade Armando memberikan klarifikasi resmi di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI. Ia menekankan bahwa segala konten yang ia unggah merupakan bentuk kritik yang memiliki landasan argumentasi, bukan sebuah upaya untuk menyebarkan kebohongan atau kebencian.

“Kami tidak pernah memfitnah, menuduh Pak JK itu penoda agama. Kami tidak pernah menuduh Pak JK, itu memfitnah. Kami tidak pernah mengadu domba antarkelompok-kelompok umat beragama di Indonesia,” kata Ade Armando di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Tantang Bukti Konkret

Ade Armando menilai tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak berdasar.

Ia pun melayangkan tantangan terbuka kepada pihak pelapor untuk membuktikan secara spesifik di bagian mana dari konten videonya yang mengandung unsur fitnah atau upaya adu domba sebagaimana yang dituduhkan.

baca juga

Menurut Ade, kritik terhadap tokoh publik adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi, selama hal tersebut didasarkan pada pandangan yang diyakini kebenarannya.

Ia menjamin bahwa apa yang disampaikannya melalui kanal media sosial bukan bertujuan untuk memprovokasi massa.

“Siapa pun yang menuduh saya melakukan itu dan saya dan teman-teman melakukan itu, saya akan tantang untuk tolong sampaikan di bagian mana dari video saya, saya melakukan itu,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Ade Armando mundur dari PSI. (Suara.com/Lilis)
Ade Armando mundur dari PSI. (Suara.com/Lilis)

Lebih lanjut, Ade menyatakan tidak akan lari dari tanggung jawab jika persoalan ini berlanjut ke ranah hukum.

Ia menegaskan kesiapannya untuk kooperatif dengan pihak kepolisian apabila keterangannya dibutuhkan untuk mengklarifikasi duduk perkara yang sebenarnya.

“Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” kata Ade.

Duduk Perkara Laporan 40 Ormas Islam

Sebelumnya, tensi politik dan sosial sempat memanas ketika sekitar 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Menjaga Kerukunan Umat mendatangi Bareskrim Polri.

Mereka melaporkan Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie atas dugaan pelanggaran terkait penyebaran
potongan video ceramah Jusuf Kalla.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor Laporan Polisi (LP): LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI. Pihak pelapor menilai, unggahan ketiga tokoh tersebut di media sosial masing-masing telah menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.

Ketua Bidang Hukum dan HAM PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Gurun Arisastra, menjelaskan bahwa pelaporan ini didasari oleh tindakan mengunggah potongan video ceramah JK yang dianggap tidak utuh.

“Ade Armando yang telah mengunggah video penggalan di (YouTube) Cokro TV tanggal 9 April 2026. Lalu, Permadi Arya yang memposting di media sosialnya tanggal 12 April 2026. Lalu, Grace Natalie yang memposting pada media sosialnya
tanggal 13 April 2026,” ungkap Gurun.

Kontroversi Narasi 'Mati Syahid'

Inti dari keberatan pihak pelapor terletak pada narasi video yang membahas ajaran agama terkait konsep mati syahid. Menurut Gurun, video yang disebarkan oleh Ade Armando dkk tidak menampilkan konteks utuh dari apa yang disampaikan oleh Jusuf Kalla.

Gurun menjelaskan bahwa dalam ceramah aslinya, JK sebenarnya sedang menyoroti kekhawatiran psikologis masyarakat terhadap pemahaman ajaran yang salah, yang berpotensi memicu kesesatan berpikir, bukan sedang menistakan ajaran tertentu.

“Sehingga bahwa Pak JK menyatakan bahwa cara berpikir syahid itu adalah keliru. Ini kan tidak disampaikan di publik, tidak utuh,” ucapnya.

Ketidakutuhan informasi inilah yang menurut pelapor memicu konklusi negatif di kalangan netizen dan berujung pada keresahan antarumat beragama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya

Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:05 WIB

Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando

Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:38 WIB

Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai

Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI

Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB

Terkini

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Bogor | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB

4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!

4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur

Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul

Gaet 35 Ribu Fans, aespa Sukses Buka Tur Konser SYNK: COMPLaeXITY di Seoul

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:07 WIB

×