AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
Tangkapan udara sungai dan desa (Pexels/Beben Sugiarto)

Suara.com - Saat ini, kawasan pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Semarang, Demak, dan Pekalongan sedang berada pada posisi rentan akibat perubahan iklim. Daerah-daerah tersebut menghadapi ancaman ganda: banjir rob dan keterbatasan akses air bersih. Ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga melumpuhkan ekonomi warga.

Menanggapi situasi tersebut, penelitian kolaboratif antara Universitas Telkom Indonesia dan University of Wollongong Australia mengembangkan sistem peringatan dini berbasis artificial intellegence (AI) untuk memantau ancaman yang mungkin terjadi. Sistem ini dirancang untuk memberikan data akurat yang dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui dasbor digital.

Peneliti Universitas Telkom, Miftadi Sudjai, menyoroti peran teknologi ini dalam membangun kesiapsiagaan warga. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan akademisi, pemerintah, dan sektor swasta.

“Hasil kolaboratif ini, kami bisa mendesain custom sistem AI/IoT untuk bisa menghasilkan impact yang akurat. Dengan adanya itu, kami bisa mereduksi loss akibat banjir rob sehingga dapat mengedukasi masyarakat tentang resilience,” ujar Miftadi. Ia menambahkan bahwa sistem ini memiliki tujuan agar masyarakat lebih siap menghadapi dampak banjir rob.

Selain mitigasi bencana, krisis air bersih di wilayah pesisir seperti Jepara juga menjadi perhatian utama. Minimnya infrastruktur membuat masyarakat terutama ibu-ibu harus mengantre air sampai larut malam.

Sebagai solusi, masalah ini ditangani melalui inovasi teknologi pengolahan air yang didesentralisasi. Universitas Diponegoro dan Australian National University menerapkan pendekatan desentralisasi ini melalui pembangunan mesin pengolah air skala kecil di 16 titik.

Mesin ini tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga dirancang untuk mendukung blue economy dengan memanfaatkan air buangan untuk budidaya garam.

Prof. I Nyoman Widiasa dari Universitas Diponegoro menyatakan bahwa model mesin skala kecil adalah kunci untuk pemenuhan kebutuhan di tingkat desa.

"Kami membangun mesin-mesin yang ukuran kecil untuk skala desa maupun kecamatan. Mesinnya sudah kami tempatkan di Kampus Jepara, kami harapkan bisa menjadi benchmark, bisa menjadi tempat edukasi bagi banyak pihak dan impact-nya akan terus berjalan untuk Indonesia ke depan," jelas Prof. Nyoman.

Inisiatif ini merupakan bagian dari kemitraan KONEKSI (Australia-Indonesia). Melalui integrasi teknologi AI untuk kebencanaan dan sistem air desentralisasi, diharapkan dapat melahirkan model bisnis berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial secara nyata dari tingkat lokal.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Perusahaan Sekuritas Mulai Masuk Ranah Pendidikan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:56 WIB

Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus

Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:18 WIB

Saat AI Merasuki Dunia Seni: Sineas dan Seniman di Ambang Kehilangan Diri

Saat AI Merasuki Dunia Seni: Sineas dan Seniman di Ambang Kehilangan Diri

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina

News | Senin, 01 Juni 2026 | 23:46 WIB

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:41 WIB

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:39 WIB

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:18 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:03 WIB