Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
Dokter spesialis paru, dr. Jaka Pradipta, Sp.P (K) Onk. (Dok. Ist)
  • Kanker paru merupakan penyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia dan dunia akibat keterlambatan diagnosis pada stadium lanjut.
  • Metode skrining low-dose CT scan dan kepatuhan pasien terhadap terapi medis sangat krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
  • AstraZeneca Indonesia dan CISC melatih pendamping pasien untuk mendukung pengobatan, akses layanan, serta kesehatan emosional para penderita.

Suara.com - Kanker paru masih menjadi salah satu jenis kanker paling mematikan, baik di dunia maupun di Indonesia. Tingginya angka kematian bukan tanpa alasan—banyak pasien baru terdiagnosis saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi semakin kecil.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker paru menjadi penyumbang kasus dan kematian tertinggi akibat kanker secara global. Di Indonesia sendiri, kanker paru menyumbang sekitar 9,5% dari total kasus kanker dan 14,1% dari total kematian akibat kanker.

Dokter spesialis paru, dr. Jaka Pradipta, Sp.P (K) Onk, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan kanker paru saat ini adalah keterlambatan diagnosis.

“Kanker paru masih menjadi salah satu beban kesehatan terbesar di Indonesia, dengan angka kematian tertinggi di antara jenis kanker lainnya. Yang menjadi tantangan utama adalah sebagian besar pasien datang dalam stadium lanjut, sehingga peluang keberhasilan terapi menjadi lebih terbatas. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya yang lebih kuat dalam meningkatkan kesadaran, deteksi, dan penanganan kanker paru secara lebih komprehensif,” jelasnya.

Padahal, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang hidup pasien bisa meningkat. Salah satu metode skrining yang kini mulai banyak direkomendasikan adalah low-dose CT scan (LDCT), yang mampu mendeteksi kanker paru lebih awal, bahkan sebelum gejala muncul.

Selain deteksi dini, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan juga menjadi faktor krusial yang menentukan hasil terapi. Saat ini, pilihan pengobatan kanker paru pun semakin berkembang, mulai dari kemoterapi, terapi target, hingga imunoterapi.

“Dalam penanganan kanker paru, kepatuhan terhadap terapi merupakan salah satu faktor kunci yang sangat menentukan hasil pengobatan. Pasien yang konsisten menjalani anjuran terapi dari dokter memiliki peluang lebih besar untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal, memperlambat progresi penyakit, hingga meningkatkan harapan dan kualitas hidup. Sebaliknya, jika pasien tidak patuh terhadap terapi, dapat meningkatkan risiko komplikasi dan mempercepat perburukan kondisi pasien,” tambah dr. Jaka.

Namun, perjalanan pengobatan kanker tidak hanya soal medis. Banyak pasien juga menghadapi tantangan lain, mulai dari efek samping terapi, tekanan psikologis, hingga kendala akses layanan kesehatan.

Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi penting. Salah satunya melalui penguatan peran patient navigator atau pendamping pasien, yang membantu pasien memahami proses pengobatan, mengakses layanan kesehatan, hingga memberikan dukungan emosional selama terapi berlangsung.

Upaya ini turut didorong oleh AstraZeneca Indonesia bersama Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC) melalui kegiatan Training of Trainers (ToT), yang bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping pasien kanker paru.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menekankan bahwa penanganan kanker paru membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

“Patient navigator memiliki peran penting, di mana mereka hadir sebagai sumber kekuatan, pendamping dalam memahami perjalanan pengobatan, dan penghubung antara pasien dengan sistem layanan kesehatan. Kami percaya bahwa dengan memperkuat komunitas pasien, kepatuhan terapi dapat meningkat dan pada akhirnya berkontribusi pada hasil pengobatan yang lebih baik,” ujarnya.

Senada, Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri, menyoroti bahwa pasien kanker paru tidak hanya menghadapi tantangan medis, tetapi juga beban emosional dan sosial.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat peran patient navigator kami sebagai pendamping yang mampu membantu pasien memahami perjalanan pengobatan serta memberikan dukungan yang dibutuhkan. Kami percaya bahwa dengan edukasi yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, pasien memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik,” ungkapnya.

Dengan edukasi yang semakin luas dan dukungan yang terintegrasi, diharapkan lebih banyak pasien kanker paru bisa terdeteksi lebih dini, mendapatkan terapi yang tepat, serta menjalani pengobatan dengan lebih optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:12 WIB

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI

Benjamin Netanyahu Sakit Kanker dan Tumor Jenis Apa? Pantes Jarang Tampil, Sering Pakai Video AI

News | Sabtu, 25 April 2026 | 15:29 WIB

Terkini

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB