Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
Kapal tanker melintasi Selat Hormuz, sebuah ilustrasi. (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Iran mewajibkan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk memperoleh izin resmi melalui Otoritas Selat Teluk Persia.
  • Pemerintah Iran menyusun regulasi pembatasan hingga pelarangan transit bagi kapal terkait Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.
  • Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan gangguan pasokan energi global dan lonjakan harga minyak pasca penangguhan misi militer AS.

Suara.com - Kawasan Selat Hormuz kembali memanas dengan dinamika baru yang melibatkan kebijakan ketat dari Tehran dan langkah mendadak dari Washington.

Iran secara resmi telah meluncurkan mekanisme baru untuk mengawasi lalu lintas maritim di jalur air strategis tersebut.

Langkah ini diambil di tengah ketegangan yang masih berlanjut dengan Amerika Serikat terkait kontrol atas salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Press TV, skema baru ini mengharuskan setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz untuk mendapatkan izin terlebih dahulu.

Prosedur ini dijalankan oleh lembaga yang baru dibentuk, yaitu Otoritas Selat Teluk Persia. Kapal-kapal yang berencana melakukan transit akan menerima email berisi aturan yang harus dipatuhi agar bisa mengantongi izin melintas.

Meskipun detail spesifik mengenai persyaratan izin tersebut belum diungkap ke publik, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa sistem baru ini sedang dalam proses pemantapan.

Kapal AS dipantau ketat, kapal Israel disikat

Selain prosedur perizinan, Iran juga dikabarkan tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang cukup radikal di parlemen.

Aturan tersebut direncanakan akan melarang kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Israel untuk melintasi selat, memberikan batasan ketat bagi kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, serta memberlakukan biaya transit bagi kapal-kapal dari negara yang dianggap tidak bermusuhan.

baca juga

Langkah ini menjadi respons atas blokade pelabuhan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran yang telah membuat banyak kapal tanker terdampar selama lebih dari dua bulan.

Project Freedom ditangguhkan

Ilustrasi gas alam - energi terbarukan. (Photo by Pixabay/Pexels)
Ilustrasi gas alam - energi terbarukan. (Photo by Pixabay/Pexels)

Menariknya, kebijakan baru Iran ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menghentikan sementara "Project Freedom".

Program ini merupakan misi pengawalan militer bagi kapal-kapal berbendera Barat yang baru saja diluncurkan dua hari sebelumnya.

Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa penangguhan ini dilakukan atas permintaan Pakistan dan negara-negara lain untuk menguji prospek kesepakatan damai.

Meski pengawalan militer dihentikan, Trump menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan final tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Terkini

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

×