Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB
Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh
Kapal tanker melintasi Selat Hormuz, sebuah ilustrasi. (Google Gemini)
baca 10 detik
  • Iran mewajibkan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk memperoleh izin resmi melalui Otoritas Selat Teluk Persia.
  • Pemerintah Iran menyusun regulasi pembatasan hingga pelarangan transit bagi kapal terkait Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.
  • Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan gangguan pasokan energi global dan lonjakan harga minyak pasca penangguhan misi militer AS.

Gas alam jadi komoditas panas

Kondisi di Selat Hormuz ini memiliki dampak yang sangat krusial bagi ekonomi global, mengingat sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur ini.

Penutupan secara de facto yang terjadi sejak akhir Februari lalu telah mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

CEO Chevron, Mike Wirth, bahkan memperingatkan bahwa dunia bisa menghadapi kelangkaan pasokan fisik dalam hitungan minggu, dengan dampak yang mungkin sebesar krisis bahan bakar global tahun 1970-an.

Di sisi diplomatik, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan AS.

Ia menyebut "Project Freedom" sebagai "Project Deadlock" atau proyek jalan buntu. Araghchi mendesak Washington untuk lebih fokus pada negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan daripada mencari solusi militer yang ia anggap hanya akan menyeret Amerika Serikat ke dalam "lubang lumpur" yang merugikan.

Saat ini, dunia internasional masih menunggu apakah jeda militer dan prosedur baru Iran ini akan membuka jalan bagi stabilitas atau justru memperdalam krisis energi global.

Produksi gas alam Tanah Air menggiurkan

Produksi gas bumi Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2024 saja, produksi diperkirakan mencapai 6.635 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), menurut keterangan tertulis dari Kementerian ESDM.

baca juga

Angka ini mencatatkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menandakan sektor migas masih jadi tulang punggung energi nasional.

Namun, lonjakan produksi di masa depan tidak hanya bergantung pada tren saat ini.

Sejumlah proyek strategis di sektor hulu migas yang dijadwalkan beroperasi pada 2027–2028 diproyeksikan akan menjadi game changer bagi pasokan gas bumi Indonesia.

Dengan kebutuhan LNG alias gas bumi dalam wujud fisik cair yang makin meningkat, akankah Indonesia menjadi pemain penting dalam suplai gas alam seusai kebijakan baru Iran terkait selat Hormuz?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:37 WIB

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:21 WIB

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot

Bogor | Sabtu, 26 September 2026 | 20:18 WIB

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

×