Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) Purwono Prasetyo, ditemui di JPL 349 Petak Maguwo-Lempuyangan, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Petugas Purwono Prasetyo mencegah kecelakaan saat mobil mogok di perlintasan JPL 350 pada 29 April 2026 siang.
  • Petugas berlari sejauh 200 meter mengibarkan bendera merah untuk menghentikan lokomotif semen yang akan melintas segera.
  • Kereta berhasil berhenti tepat waktu sehingga warga dapat mengevakuasi mobil dan memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan.

Suara.com - Rabu siang, 29 April 2026, jarum jam menunjukkan pukul 12.45 WIB. Di perlintasan sebidang JPL 350, suasana yang semula rutin mendadak berubah menjadi horor.

Sirene peringatan sudah meraung panjang, menandakan raksasa besi segera melintas. Namun, tepat di tengah rel, sebuah mobil putih mendadak mati total.

Situasi kian mencekam saat pengemudi mobil, seorang ibu, terjebak dalam kepanikan luar biasa. Alih-alih berusaha menghidupkan mesin, ia justru keluar dari kendaraan dalam kondisi histeris.

"Pintunya dibuka, teriak-teriak minta tolong, mobilnya ditinggal di perlintasan," kenang Purwono Prasetyo, sang Petugas Penjaga Perlintasan (PJL), saat ditemui pada Jumat (8/5/2026).

Melihat maut di depan mata, pria kelahiran 1992 ini tak punya waktu untuk bimbang. Begitu palang pintu terkunci, Prasetyo langsung menyambar bendera merah—Semboyan 3—dan melakukan aksi nekat.

Ia berlari sekencang mungkin menyongsong arah datangnya lokomotif semen dari Stasiun Lempuyangan.

Hanya ada satu misi di kepalanya: menghentikan laju kereta sebelum tabrakan maut terjadi.

"Saya lari untuk mengamankan kereta api sambil membawa semboyan 3 bendera merah sambil lari sekitar kurang lebih 200 meter," ungkap Prasetyo menceritakan perjuangannya melawan waktu.

Berkat respons cepat dan napas yang terengah-engah sejauh 200 meter itu, sebuah kecelakaan besar berhasil digagalkan. Prasetyo membuktikan bahwa di balik seragam PJL, ada keberanian yang menyelamatkan banyak nyawa.

baca juga

Fokus Pada Keselamatan

Prasetyo mengakui bahwa meski sempat merasa panik, pikirannya saat itu hanya terfokus pada prosedur keselamatan yang selama ini ia pelajari yakni mengamankan perjalanan kereta api.

"Waktu pembinaan kalau ada mobil mogok atau ada kendaraan mogok di perlintasan, utamakan perjalanan kereta api aman," paparnya.

Ia mengaku sempat merasa panik, namun baginya, tugas pokok seorang penjaga perlintasan adalah memastikan jalur kereta api bersih dari hambatan, apa pun risikonya.

Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) Purwono Prasetyo, ditemui di JPL 349 Petak Maguwo-Lempuyangan, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Hiskia)
Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) Purwono Prasetyo, ditemui di JPL 349 Petak Maguwo-Lempuyangan, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026). (Suara.com/Hiskia)

Tanpa pikir panjang Prasetyo memilih berlari di tengah rel demi memastikan masinis melihat sinyal darurat yang ia kibarkan.

Sembari berlari di antara balok-balok rel, Prasetyo mengibarkan bendera merah sebagai tanda darurat kepada masinis. Beruntung, kereta yang melintas saat itu merupakan lokomotif semen.

Dalam artian kecepatan kereta tidak setinggi kereta jarak jauh. Ditambah pula masinis masih sempat melihat tanda darurat tersebut dan melakukan pengereman.

"KA sempat mengerem dan berhenti, baru setelah itu pengguna jalan dan warga sekitar mendorong mundur mobil tersebut. Alhamdulillah, keretanya aman, pengguna jalan juga aman," tuturnya.

Gotong Royong Evakuasi

Prasetyo menuturkan bahwa kereta berhenti sekitar 300 meter dari titik perlintasan. Setelah kereta berhenti, warga sekitar langsung berdatangan membantu mengevakuasi mobil dengan cara mendorong mundur kendaraan dari atas rel.

"Setelah tahu saya lari dan KA-nya berhenti, warga mulai berdatangan untuk membantu mendorong mundur, ada yang mengangkat palang pintu, ada yang dorong mundur," ungkapnya.

Proses penghentian kereta hingga jalur kembali aman berlangsung sekitar tiga sampai lima menit. Setelah mobil berhasil dievakuasi, Prasetyo memberikan kode kepada masinis untuk melanjutkan perjalanan.

Warga Piyungan yang telah bekerja sebagai penjaga palang pintu kereta sejak 2016 itu menyebut pengalaman kali ini menjadi yang paling menegangkan selama bertugas.

Meski kendaraan mogok di perlintasan bukan hal baru. Namun baru kali ini ia menghadapi situasi ketika pengemudi meninggalkan mobilnya begitu saja di atas rel.

"Baru pertama. Kalau mobil mogok sering, tetapi bisa jalan kembali. Kalau yang kemarin itu mobilnya ditinggal. Jadi nggak ada tanggung jawabnya untuk menyalakan lagi mobilnya. Mungkin karena panik ibu-ibu," tuturnya.

Sejumlah calon penumpang menunggu kereta di  Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. (Foto dok. PT KAI Daop 6)
Sejumlah calon penumpang menunggu kereta di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. (Foto dok. PT KAI Daop 6)

Diberi Apresiasi

Atas aksinya itu, Prasetyo mendapat apresiasi dari KAI Daop 6 Yogyakarta dan KAI Properti. Ia mengaku kaget karena tak menyangka tindakannya mendapat perhatian besar, meski baginya itu merupakan bagian dari tugas yang harus dijalankan.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Purwono karena aksi kesigapannya dalam mengamankan perjalanan kereta api sangat membanggakan," kata EVP Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menegaskan bahwa KAI Daop 6 bahwa setiap pengguna jalan wajib berhenti ketika palang pintu mulai menutup dan sirine sudah dibunyikan serta tidak memaksa menerobos perlintasan.

Hal tersebut sudah diatur dalam Pasal 124 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, tertulis bahwa pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan

"Pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api," ucap Feni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik

Nyawa di Ujung Rel: 1.089 Perlintasan Liar Masih Mengintai Keselamatan Publik

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:36 WIB

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:18 WIB

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api

Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 18:39 WIB

Terkini

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

×