Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB
Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati
Pramono Anung di Pasar Kramat Jati . (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta menguji teknologi hidrotermal untuk mengolah sampah organik di Pasar Kramat Jati mulai Mei 2026.
  • Teknologi ini mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan media tanam dalam waktu hanya dua jam saja.
  • Keberhasilan uji coba ini akan dijadikan percontohan pengelolaan sampah efektif di seluruh pasar tradisional wilayah DKI Jakarta.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menguji coba teknologi hidrotermal untuk mengolah sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumber.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung proses pengolahan sampah organik tersebut pada Senin (11/5/2026) di Pasar Area 7 Kramat Jati.

Teknologi hidrotermal memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa proses pembakaran.

Inovasi ini mampu memangkas waktu pengolahan dari metode konvensional yang membutuhkan tujuh hingga sepuluh hari, menjadi hanya dua jam untuk setiap satu kali proses pengolahan.

"Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis," ujar Pramono.

Berdasarkan hasil uji coba pada April 2026, teknologi ini berhasil mengolah 1.708 kilogram sampah organik dan menghasilkan 936 liter pupuk cair, dengan efisiensi waktu hingga 80 kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain pupuk cair, proses pengolahan juga menghasilkan residu padat yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam maupun pupuk organik.

Pasar Kramat Jati sendiri memiliki 1.803 tempat usaha dan menghasilkan sekitar enam ton sampah setiap hari, dengan 75 hingga 80 persen di antaranya merupakan sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan makanan.

Pramono menegaskan, capaian uji coba ini membuktikan pengelolaan sampah dari sumber dapat memberikan hasil yang nyata dan terukur.

baca juga

"Ke depan, kami ingin implementasi di Pasar Kramat Jati menjadi percontohan bagi pasar-pasar lain di bawah naungan Perumda Pasar Jaya," tuturnya.

Peninjauan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut Gerakan Pilah Sampah yang telah dimulai pada 10 Mei 2026.

Pramono menilai, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, pedagang, hingga pengelola pasar, menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah dari sumber.

"Ini menjadi langkah penting agar permasalahan sampah di Jakarta dapat ditangani secara lebih efektif," ujarnya.

Kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya pun diharapkan dapat memperluas penerapan konsep pasar hijau ke seluruh pasar tradisional di Jakarta.

"Ini bukan sekadar upaya membuang sampah, melainkan mengubah limbah menjadi aset yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomis. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan demi mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan," pungkas Pramono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani

News | Senin, 11 Mei 2026 | 10:19 WIB

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye

News | Senin, 11 Mei 2026 | 09:41 WIB

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:43 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×