- Pedagang aksesori kemerdekaan di Tanah Abang, Jakarta, mengalami penurunan omzet yang signifikan pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Penurunan omzet tersebut disebabkan oleh situasi ekonomi global yang tidak menentu dan melemahnya daya beli masyarakat.
- Maraknya penjualan secara daring dengan penawaran harga yang sangat murah turut menggerus pendapatan para pedagang kecil.
Suara.com - Kemeriahan menyambut peringatan ulang tahun Republik Indonesia ke-81 masih menyimpan persoalan bagi para pedagang kecil. Antusiasme warga dinilai merosot jika berkaca pada penurunan jumlah penjualan aksesori kemerdekaan.
Sejumlah pedagang di kawasan Tanah Abang, Jakarta, mengaku terjadi penurunan omzet di tengah situasi ekonomi yang mengkhawatirkan. Ditambah, maraknya pasar online ikut menggerus pendapatan mereka.
Salah satu pedagang, Arif, mengatakan laba Toko Agen Aksesori Kemerdekaan Nurmala yang ia kelola anjlok hingga 50 persen dibandingkan momen menjelang peringatan kemerdekaan tahun lalu.
Omzet Toko Nurmala biasanya dapat menyentuh lebih dari Rp100 juta setiap momen kemerdekaan. Namun, tahun ini angkanya tak mencapai seperti dahulu.
"Biasanya modal udah balik tanggal-tanggal segini," kata Arif kepada Suara.com, Senin (10/8/2026).
Bahkan pada tahun sebelumnya, Arif menyediakan stok bendera dan pernak-pernik kemerdekaan lainnya hingga harus mengangkut stok ke toko menggunakan truk sebanyak lima kali pengiriman.
Sadar akan potensi pembeli yang menurun, tahun ini pengiriman hanya dilakukan dua kali.
Pria ini menduga penurunan tersebut juga disebabkan pembeli yang kini beralih ke toko-toko online. Apalagi, menurutnya, para pelaku pasar online berani melakukan banting harga besar-besaran.
"Sekarang kalau orang datang, nanya ke sini, bilangnya murah di online," kata Arif kepada Suara.com, Senin (10/8/2026).
Selain itu, Arif juga mengaku hanya bisa pasrah mengingat situasi ekonomi global yang kian tak menentu. Kini, Arif hanya bergantung pada pesanan pelanggan setianya di daerah-daerah lain.
Senada, pedagang Toko Hastopa, Riska, juga mengamini adanya tren penurunan penjualan menjelang momen kemerdekaan.
Di lapak milik Riska, penjualan bendera Merah Putih bahkan mengalami penurunan hingga 75 persen.
Pada tahun sebelumnya, Riska mengaku mengantongi omzet sebesar Rp5 juta dalam kurun waktu kurang dari satu bulan untuk penjualan bendera.
"Jauh beda sama tahun sekarang. Buat penurunan 75 persen khusus bendera," kata Riska.
Pada tahun sebelumnya, Riska juga menyediakan stok hingga ratusan bendera. Tahun ini, ia hanya menyediakan 50 bendera. Hal tersebut dilakukan karena membaca situasi daya beli masyarakat yang menurun.
Riska juga ikut mengeluhkan maraknya pembelian secara online yang dinilainya memberikan dampak terhadap penjualannya.
"Kalau kata aku ya online sih, ya, merusak. Soalnya online suka menjatuhkan harga."
Reporter: Alif Bintang