TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

Muhammad Yasir

Senin, 11 Mei 2026 | 17:24 WIB
TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat jumpa pers di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Walda Marison)
  • TNI Angkatan Laut mempersiapkan personel dan infrastruktur pangkalan untuk menyambut hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia.
  • KSAL Laksamana Muhammad Ali menargetkan kapal induk tersebut tiba di Indonesia sebelum perayaan HUT TNI pada Oktober 2026.
  • Kementerian Pertahanan sedang berkoordinasi dengan pihak Italia mengenai detail teknis pengiriman kapal buatan galangan Fincantieri tersebut ke Indonesia.

Suara.com - TNI Angkatan Laut mulai menyiapkan pangkalan untuk menyambut kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan diterima Indonesia dari Italia.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan persiapan tidak hanya dilakukan untuk personel, tetapi juga infrastruktur pangkalan tempat kapal induk tersebut akan bersandar.

"Untuk personel sudah disiapkan, sudah disiapkan dan nanti akan segera dikirim ke Italia. Kemudian pangkalan mungkin nanti kita siapkan juga di mungkin di beberapa tempat di Indonesia ini," kata Ali saat jumpa pers di Dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Ali, pembangunan pangkalan menjadi bagian dari kesiapan TNI AL dalam mengoperasikan kapal induk pertama Indonesia tersebut.

Meski demikian, ia belum mengungkap lokasi pangkalan yang disiapkan maupun perkembangan pembangunan infrastrukturnya.

Saat ini, TNI AL masih menunggu koordinasi lanjutan dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terkait proses penerimaan kapal induk dari galangan kapal Italia, Fincantieri.

Ali berharap kapal induk Giuseppe Garibaldi sudah dapat tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada Oktober 2026 mendatang.

ITS Giuseppe Garibaldi (C551) (Marina.difesa.it)
ITS Giuseppe Garibaldi (C551) (Marina.difesa.it)

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengonfirmasi Indonesia akan menerima hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyebut detail teknis dan tindak lanjut hibah tersebut masih dibahas bersama pihak Italia.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk buatan Fincantieri yang sebelumnya dioperasikan Angkatan Laut Italia sejak 1985.

Kapal sepanjang 180,2 meter itu memiliki kemampuan melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.

Kapal tersebut juga dilengkapi berbagai sistem persenjataan dan pertahanan, mulai dari radar jamming, peluncur rudal antipesawat Sea Sparrow, meriam Oto Melara, hingga tabung torpedo.

Menariknya, Giuseppe Garibaldi berasal dari galangan kapal yang sama dengan dua kapal perang baru TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!

Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:52 WIB

Menko Yusril Warning Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Jangan Sekadar Jadi Formalitas

Menko Yusril Warning Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Jangan Sekadar Jadi Formalitas

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:26 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB