Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Pebriansyah Ariefana

Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk
ILUSTRASI Badai petir di India Minggu malam (11/7/2021). [Prakash Singh/AFP]
baca 10 detik
  • Piala Dunia 2026 terancam oleh cuaca ekstrem seperti panas tinggi dan badai petir.

  • FIFA menerapkan jeda pendinginan wajib guna melindungi kesehatan para atlet di lapangan.

  • Kelembapan tinggi dan kebakaran hutan menjadi faktor tambahan yang mengancam kelancaran turnamen.

Suara.com - Risiko cuaca ekstrem di Amerika Utara menjadi ancaman serius bagi kelancaran agenda besar Piala Dunia 2026.

Kombinasi suhu menyengat, kelembapan tinggi, hingga ancaman asap kebakaran hutan menghantui tiga negara tuan rumah.

Dikutip dari BBC, fisik para pemain akan diuji melampaui batas normal akibat fenomena alam yang sulit diprediksi ini.

Ilustrasi badai (Freepik/Wirestock)
Ilustrasi badai (Freepik/Wirestock)

Penyelenggara kini berfokus pada mitigasi dampak kesehatan bagi atlet yang bertanding di bawah terik matahari.

Langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi iklim di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

FIFA secara resmi menetapkan kebijakan jeda pendinginan selama tiga menit pada setiap babak pertandingan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen federasi internasional tersebut dalam menjaga kesejahteraan dan keselamatan para pemain.

Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]
Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]

Pengalaman pahit terjadi tahun lalu saat enam laga Piala Dunia Antarklub terganggu oleh badai dan panas.

Insiden keterlambatan laga selama dua jam antara Chelsea dan Benfica menjadi alarm keras bagi penyelenggara.

baca juga

Kondisi tersebut memicu Enzo Maresca, manajer Chelsea saat itu, untuk mengatakan bahwa Amerika Serikat "mungkin bukan tempat yang tepat untuk mengadakan kompetisi."

Mayoritas kota penyelenggara di wilayah selatan Amerika Serikat dan utara Meksiko sudah terbiasa dengan suhu ekstrem.

Rata-rata panas siang hari di wilayah tersebut sering menyentuh angka 30 hingga 40 derajat Celcius.

Tingkat kelembapan yang tinggi membuat proses pendinginan alami tubuh manusia menjadi jauh lebih sulit.

Para ahli kini menyoroti Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) sebagai ukuran stres panas fisik pada tubuh.

Batas aman bagi atlet elit biasanya berada pada angka 28 derajat Celcius untuk menghindari risiko fatal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lionel Messi Blak-blakan: Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026 tapi 6 Tim Ini Ancaman Serius

Lionel Messi Blak-blakan: Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026 tapi 6 Tim Ini Ancaman Serius

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:59 WIB

Eks Pejabat FBI dan CIA Wanti-wanti Sesuatu Lebih Buruk Bisa Terjadi di Piala Dunia 2026

Eks Pejabat FBI dan CIA Wanti-wanti Sesuatu Lebih Buruk Bisa Terjadi di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:53 WIB

Visa hingga Lagu Nasional! Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Main di Piala Dunia 2026

Visa hingga Lagu Nasional! Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Main di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:46 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×