- Amerika Serikat meningkatkan pengamanan untuk 78 pertandingan Piala Dunia 2026 di 11 kota akibat meningkatnya ancaman terorisme global.
- Pihak berwenang fokus memitigasi risiko serangan dari ekstremis lokal, serangan drone, hingga ancaman siber selama turnamen berlangsung nantinya.
- Pemerintah AS mengalokasikan anggaran 625 juta dolar serta melibatkan instansi federal untuk mengamankan turnamen berskala besar tersebut.
Suara.com - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat menghadapi ancaman keamanan serius di tengah memanasnya konflik Iran dan Israel.
Sejumlah pakar antiterorisme memperingatkan risiko serangan meningkat karena turnamen akan berlangsung di banyak kota dengan kerumunan besar suporter dari seluruh dunia.
Dilansir dari laporan The Guardian, aparat keamanan federal AS kini bersiap mengamankan 78 pertandingan yang digelar di 11 kota tuan rumah.
Ancaman terbesar disebut berasal dari pelaku ekstremis lokal.
Mantan pejabat FBI dan Dewan Keamanan Nasional AS, Javed Ali, mengatakan pengamanan Piala Dunia kali ini jauh lebih rumit dibanding ajang olahraga besar lainnya.
“Kami harus melindungi bukan hanya stadion, tetapi seluruh rantai menuju pertandingan. Jumlah laga sangat banyak sementara sumber daya keamanan terbatas,” ujar Ali.
![Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/42223-logo-piala-dunia-2026.jpg)
FBI bahkan disebut telah menggelar latihan besar terkait ancaman domestik pada Maret lalu.
Salah satu sumber penegak hukum federal yang hadir dalam latihan itu mengaku khawatir dengan kompleksitas pengamanan turnamen.
“Ada kemungkinan nyata sesuatu yang buruk bisa terjadi,” katanya.
Amerika Serikat memang berpengalaman menggelar event besar seperti Super Bowl NFL.
Namun, skala Piala Dunia 2026 disebut belum pernah terjadi sebelumnya karena berlangsung hampir enam pekan dengan pertandingan tersebar di berbagai wilayah.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS hanya menetapkan laga final di MetLife Stadium, New Jersey, sebagai National Special Security Event (NSSE).
Status itu membuat pengamanan final akan dikendalikan langsung oleh Secret Service dengan dukungan penuh FBI dan FEMA.
Sementara pertandingan lain tetap masuk kategori risiko tinggi melalui sistem Special Event Assessment Rating (SEAR).
Pemerintah AS juga telah menyiapkan dana sekitar 625 juta dolar AS untuk pengamanan dan kesiapsiagaan darurat selama turnamen.