Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam

Vania Rossa

Selasa, 12 Mei 2026 | 08:23 WIB
Asap Kebakaran Kalideres Diduga Mengandung Gas Beracun, Damkar Kerahkan Robot Pemadam
Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam. ANTARA/Risky Syukur
baca 10 detik
  • Kebakaran melanda gudang kimia di Jalan Rawa Melati, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin malam, 11 Mei 2026.
  • Ledakan material kimia dan gas berbahaya memicu pengerahan robot pemadam untuk melindungi keselamatan personel di lapangan.
  • Sebanyak 125 petugas dikerahkan untuk memadamkan api dan dipastikan hingga kini tidak ada laporan korban jiwa.

Suara.com - Kebakaran hebat melanda sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam. Insiden ini diwarnai ledakan beruntun yang diduga berasal dari botol-botol berisi bahan kimia dan gas di dalam bangunan.

Besarnya risiko asap beracun membuat petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat sampai menurunkan robot pemadam untuk membantu proses penanganan api.

“Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, di lokasi kejadian.

Menurut Syaiful, ledakan terjadi sejak awal kebakaran karena banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Botol-botol kecil berisi cairan kimia dan gas ikut tersambar api hingga meledak satu per satu.

“Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Awal-awal memang banyak sekali ledakan,” ujarnya.

Ledakan tersebut bahkan membuat sejumlah benda terlontar ke udara. Petugas menduga asap dari lokasi kebakaran mengandung zat kimia berbahaya sehingga personel yang melakukan pemadaman manual diwajibkan memakai alat bantu pernapasan dan masker khusus.

“Kalau dilihat, banyak lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa,” lanjut Syaiful.

Meski sempat dioperasikan, robot pemadam akhirnya ditarik setelah sekitar 30 menit bekerja karena membutuhkan tekanan air tinggi. Proses pemadaman kemudian kembali dilakukan secara manual.

Petugas mengerahkan strategi penyemprotan dari berbagai sisi gudang agar api tidak merembet ke bangunan lain. Total sekitar 10 nozzle dioperasikan secara bersamaan.

baca juga

“Dua nozzle di titik utama, dua di tengah, dua di samping, dan dua di depan,” jelasnya.

Dalam penanganan kebakaran ini, Gulkarmat menerjunkan 25 unit mobil pemadam dan 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Meski sempat terkendala pasokan air, petugas memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut.

“Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” pungkas Syaiful.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas

Gudang di Kalideres Meledak Beruntun, Diduga Dipenuhi Bahan Kimia dan Gas

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:29 WIB

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:37 WIB

Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh

Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:11 WIB

Terkini

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

×