Palang Bambu dan HT Patungan, Warga Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Liar

Bella

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27 WIB
Palang Bambu dan HT Patungan, Warga Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Liar
Ilustrasi palang bambu di perlintasan liar kereta api sebidang. [ChatGPT]
baca 10 detik
  • Warga di Jawa Barat secara swadaya menjaga perlintasan kereta api menggunakan palang bambu bertali demi keselamatan ribuan pengendara.
  • Penjaga perlintasan menggunakan alat komunikasi Handy Talky hasil patungan mandiri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kedatangan kereta api.
  • Pihak otoritas belum memberikan bantuan teknis dan justru mengancam penutupan permanen perlintasan jika terjadi kecelakaan di lokasi tersebut.

Suara.com - Keselamatan ribuan pengendara yang melintasi perlintasan kereta api sebidang di salah satu daerah di Jawa Barat ternyata selama bertahun-tahun hanya bergantung pada seutas tali tambang dan inisiatif swadaya masyarakat.

Di tengah absennya dukungan alat dari otoritas terkait, warga terpaksa memutar otak dan merogoh kocek pribadi demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

Al (31), seorang warga yang pernah 15 tahun menjaga perlintasan liar, menceritakan betapa sederhananya infrastruktur keselamatan yang mereka kelola. Alih-alih palang besi otomatis berstandar industri, mereka hanya mengandalkan pohon bambu yang tumbuh di sekitar desa.

"Ya inisiatif warga bikin palang pintunya pake bambu, diiket pake tali jadi semi otomatis gitu di tarikin pake tambang nanti dua-dua palang pintunya turun sendiri pas ada kereta," seperti dikatakan Al saat podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan bahwa biaya pembuatannya sangat minim karena bahan baku tersedia gratis di sekitar lingkungan desa.

"Kalau di sana kan masih desa ya, masih banyak pohon bambu jadi, ya paling belinya beli tambang doang gitu karena bambunya kan tinggal ambil,” ungkapnya.

Modernisasi Lewat Jalur Patungan

Menariknya, kesadaran akan keselamatan justru mendorong para penjaga perlintasan ini untuk melakukan modernisasi secara mandiri. Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, Al dan rekan-rekannya di empat titik perlintasan berbeda berinisiatif membeli alat komunikasi Handy Talky (HT) dari hasil uang patungan.

"Itu pun karena emang inisiatif antar menjaga pintu kereta ya dari 4 pintu kereta itu. Jadi sesama pintu kereta nih, patungan beli HT. Jadi nanti kalau ada kereta dari Jakarta nih yang paling ujung ngabarin ke pintu kereta yang ini, yang ini ngabarin lagi kesini," jelasnya.

Kehadiran HT ini menjadi revolusi bagi mereka. Sebelum ada alat komunikasi, para penjaga hanya mengandalkan penglihatan manual terhadap lampu kereta.

baca juga

"Kalau dulu nih sebelum pake HT, ya kita main-main ngeliat lampu lah, ngeliat isi kereta lah kalau sudah keliatan kan. Jadi orang baru nyebrang, kereta sudah keliatan gitu kan. Kalau sekarang kereta belum keliatan, palang pintu sudah kita tutup," tambahnya.

Minim Dukungan
Interaksi dengan pihak otoritas disebut sangat minim dan cenderung bersifat satu arah. Al mengingat PT KAI pernah datang ke lokasi, namun bukan untuk memberi bantuan teknis, melainkan memberikan ultimatum terkait keberadaan perlintasan tersebut.

"Karena kan memang KAI pernah bilang jangan sampai ada korban dari palang pintu kereta ini, karena satu aja ada korban, tutup permanen di situ," ujarnya.

Potret yang diceritakan Al menunjukkan sebuah ironi, di mana keselamatan publik di titik-titik krusial justru diserahkan sepenuhnya kepada warga sipil tanpa jaminan standar keselamatan resmi.

Hingga saat ini, sistem ekonomi mandiri dari sumbangan sukarela para pengguna jalanlah yang membiayai pengadaan alat penunjang keselamatan seperti HT.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

Sisi Lain Perlintasan Liar: Ladang Ekonomi Warga Bantaran, Ada yang Raup Rp500 Ribu Sehari

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:07 WIB

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:24 WIB

Bekasi Timur Berduka, Penumpang Mulai Bangkit dari Trauma

Bekasi Timur Berduka, Penumpang Mulai Bangkit dari Trauma

Video | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:09 WIB

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya

Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:29 WIB

KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama, Tiket Lama Apakah Masih Berlaku? Ini Penjelasannya

KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama, Tiket Lama Apakah Masih Berlaku? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:58 WIB

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit

Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:14 WIB

Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan

Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan

Your Say | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:04 WIB

Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI

Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×