Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
Kesaksian penumpang MV Hondius (ABC7NY)
baca 10 detik
  • Delapan belas warga Amerika dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius akibat wabah hantavirus mematikan.

  • Virus Andes yang mewabah di kapal tersebut mampu menular antarmanusia dan belum memiliki vaksin.

  • Gubernur New York memperketat pengawasan medis bagi warga yang pulang demi mencegah penyebaran domestik.

Suara.com - Ancaman patogen mematikan kini membayangi warga New York setelah kepulangan belasan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi hantavirus. Proses evakuasi medis ini memicu kewaspadaan tinggi mengingat jenis virus Andes yang dibawa mampu menular antarmanusia secara langsung.

Tiga dari 18 warga Amerika yang dievakuasi tercatat memiliki hubungan erat dengan wilayah negara bagian New York. Fakta ini memaksa otoritas kesehatan memperketat pengawasan demi memutus rantai penyebaran virus yang belum memiliki obat tersebut.

Jake Rosmarin, pemuda berusia 29 tahun asal Orange County, kini mengisolasi diri di Unit Karantina Nasional Omaha. Ia menceritakan kepanikannya saat pertama kali menyadari bahwa situasi di atas kapal pesiar jauh lebih berbahaya dari dugaan awal.

Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases atau NCID. [Istimewa]
Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases atau NCID. [Istimewa]

"Penerbangan repatriasi berjalan lancar, dan saya sampai dengan selamat di Unit Karantina Nasional di Omaha. Ini adalah beberapa hari yang sangat panjang, namun mudah-mudahan saya bisa segera mulai memberikan pembaruan lagi. Terima kasih khusus juga kepada Pusat Medis Universitas Nebraska dan kota Omaha karena telah menyambut kami dan membantu memastikan kami aman serta dirawat," kata Rosmarin melalui Instagram, dikutip dari ABC7NY.

Rosmarin mengakui dirinya sempat meremehkan keadaan sebelum hasil laboratorium mengonfirmasi keberadaan hantavirus yang memiliki tingkat kematian tinggi.

"Bagi saya, itu hanya terasa seperti kebetulan yang aneh, dan sejujurnya, saya tidak mengira ada yang salah sampai kami mengetahui bahwa itu adalah hantavirus, dan saat itulah saya merasa takut," ujarnya.

"Karena, seperti yang Anda tahu, ketika Anda mendengar tentang virus yang tidak terlalu Anda ketahui, Anda mencarinya di Google, dan saat Anda mencari hantavirus di Google, itu pastinya virus yang menakutkan untuk dilihat," tambah Rosmarin.

hantavirus di Indonesia (dibuat menggunakan AI)
hantavirus di Indonesia (dibuat menggunakan AI)

Meskipun diliputi kecemasan, ia tetap menjalin komunikasi dengan sesama penumpang kapal untuk memastikan kondisi mental mereka tetap stabil.

"Saya telah berkirim pesan dengan orang-orang dan semua orang tampaknya dalam semangat yang baik," ungkapnya singkat mengenai kondisi rekan-rekannya.

baca juga

Saat ini, Rosmarin tidak menunjukkan gejala fisik namun ia memilih patuh menjalani masa karantina ketat selama puluhan hari.

"Saya pikir itu adalah keputusan terbaik bagi saya dan keluarga saya, dan saya tahu bahwa di sini, saya berada dalam perawatan terbaik yang memungkinkan," tegas Rosmarin.

Fasilitas karantinanya dilengkapi peralatan olahraga dan kebutuhan pangan memadai untuk mendukung pemulihan kondisi fisiknya selama masa observasi berlangsung.

Krisis di atas MV Hondius mencapai puncaknya ketika dokter resmi kapal tersebut justru ikut tumbang akibat terinfeksi hantavirus.

Kondisi darurat ini memaksa Dr. Stephen Kornfeld, seorang ahli onkologi yang sedang berlibur, untuk mengambil alih seluruh kendali medis.

"Keadaan seolah meningkat dalam waktu 24 jam setelah saya turun tangan," tutur Dr. Kornfeld menjelaskan situasi kritis di tengah laut tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Terkini

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

×