Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus
Kesaksian penumpang MV Hondius (ABC7NY)
baca 10 detik
  • Delapan belas warga Amerika dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius akibat wabah hantavirus mematikan.

  • Virus Andes yang mewabah di kapal tersebut mampu menular antarmanusia dan belum memiliki vaksin.

  • Gubernur New York memperketat pengawasan medis bagi warga yang pulang demi mencegah penyebaran domestik.

Ia menyaksikan sendiri bagaimana virus tersebut melumpuhkan staf medis dan penumpang lainnya dalam waktu yang sangat singkat.

"Salah satu pasien meninggal dan dua lainnya, yaitu dokter dan salah satu staf lainnya, menjadi semakin sakit, lalu berita pertama tentang hantavirus muncul," jelasnya.

Kecepatan infeksi ini membuat otoritas pelabuhan dan pemerintah Amerika Serikat segera melakukan tindakan penyelamatan darurat.

Selain Rosmarin dan Kornfeld, Mary Roefs yang telah berusia 76 tahun asal desa Sidney juga menjadi perhatian khusus pemerintah. Mayoritas penumpang kini dirawat di Pusat Medis Universitas Nebraska, sementara dua lainnya dilarikan ke rumah sakit khusus di Atlanta.

Gubernur Kathy Hochul menegaskan bahwa meskipun situasi terkendali, langkah antisipasi harus dilakukan secara masif dan terstruktur. Ia menekankan perbedaan mekanisme penularan hantavirus dengan Covid-19 guna meredam potensi kepanikan di tengah masyarakat luas.

"Ini New York, ini adalah negara bagian dan kota yang besar dan padat penduduk, dan saya hanya perlu melakukan hal yang bertanggung jawab serta bersiap," kata Hochul.

Pemerintah New York kini tengah menyusun rencana proaktif untuk melindungi jutaan warganya dari potensi penyebaran virus ini.

Ia menjamin bahwa pemantauan terhadap warga yang kembali akan dilakukan secara intensif tanpa menimbulkan gangguan aktivitas publik.

"Keadaan ini dipantau secara berbeda dari virus corona, tidak ada kepanikan, tidak ada kekhawatiran," pungkas Gubernur Hochul memberikan ketenangan.

baca juga

Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius ini telah merenggut tiga nyawa dan menjadi perhatian serius karena melibatkan strain virus Andes. Berbeda dengan hantavirus pada umumnya, strain ini dapat menyebar melalui kontak antarmanusia, sementara hingga saat ini dunia medis belum menemukan vaksin maupun metode penyembuhan yang efektif untuk infeksi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Terkini

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×