10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB
10 Negara Respon Hantavirus, Paling Serius Amerika Serikat
Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)
  • Tiga orang tewas akibat wabah hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius.

  • Negara-negara di seluruh dunia menerapkan karantina wajib hingga 42 hari bagi para penumpang.

  • Investigasi fokus pada jejak tikus pembawa virus di wilayah Argentina, Chili, dan Uruguay.

Suara.com - Penyebaran Hantavirus yang bermula dari kapal pesiar MV Hondius kini memaksa berbagai negara menerapkan protokol isolasi ekstrem hingga 42 hari bagi seluruh penumpang. Prosedur ketat ini diambil setelah munculnya laporan kematian dan kasus positif yang tersebar dari Eropa hingga Amerika Utara pasca-pelayaran.

Evakuasi terakhir di pelabuhan Granadilla, Tenerife, menandai dimulainya pengawasan medis global terhadap puluhan warga lintas negara. Langkah ini bukan sekadar tindakan preventif biasa, melainkan respon atas risiko fatalitas virus yang dibawa dari habitat tikus di wilayah Argentina.

Dikutip dari BBC, tiga nyawa telah melayang, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang wanita Jerman, dengan dua di antaranya terkonfirmasi akibat virus tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini mencatat total sembilan kasus, yang terdiri dari tujuh pasien terkonfirmasi dan dua kasus suspek.

Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)
Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)

Inggris mengambil langkah drastis dengan menempatkan warganya di Rumah Sakit Arrowe Park untuk pemeriksaan intensif selama 72 jam awal. Setelah fase tersebut, mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 42 hari ke depan.

Menteri Kesehatan Publik Inggris, Sharon Hodgson, menyatakan bahwa saat ini belum ada penumpang yang menunjukkan tanda-tanda sakit secara fisik.

"Dengan tidak adanya kasus atau gejala di antara mereka dan tindakan pemantauan serta isolasi kami yang ketat, risiko bagi publik tetap sangat rendah," ujarnya.

Amerika Serikat juga tidak luput dari ancaman ini setelah 18 warganya kembali dan langsung menjalani pemindaian medis di Omaha serta Atlanta. Dua penumpang bahkan harus mendapatkan perawatan khusus, termasuk satu orang yang dievakuasi menggunakan unit isolasi mandiri karena bergejala ringan.

Perwakilan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) AS, John Knox, menegaskan bahwa rencana perawatan individu akan segera disusun bagi mereka.

"Para warga Amerika yang kembali akan menjalani berbagai penilaian kesehatan selama beberapa hari ke depan," kata Knox.

Sementara itu, Prancis melaporkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan setelah seorang warga negaranya jatuh sakit dalam penerbangan menuju Paris.
Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan pasien wanita tersebut terus menurun di ruang isolasi.

Di Spanyol, 14 warga yang dievakuasi kini berada di bawah pengawasan ketat rumah sakit militer di Madrid untuk memastikan status infeksi mereka.

"Individu tersebut tetap diisolasi, tidak menunjukkan gejala, dan dalam kondisi umum yang baik," jelas Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García.

García juga menambahkan mengenai status penumpang lainnya yang masih menunggu hasil uji laboratorium final untuk memastikan keamanan publik.

"Tiga belas penumpang lainnya dinyatakan negatif untuk sementara. Dalam beberapa jam ke depan, kita akan mengetahui hasil pastinya," tambah sang menteri.

Di sisi lain, Jerman dan Kanada menerapkan kebijakan serupa dengan memantau pergerakan penumpang hingga ke alamat tinggal pribadi mereka di berbagai negara bagian. Pemerintah Jerman memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan guna mendeteksi gejala yang bisa muncul mendadak dalam masa inkubasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Wamendagri Wiyagus: Hadapi Tantangan Global, Pemda Harus Kolaborasi

Wamendagri Wiyagus: Hadapi Tantangan Global, Pemda Harus Kolaborasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:02 WIB

Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret

Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:54 WIB

Kejagung Klaim Sudah Lacak Keberadaan Jurist Tan Buron Kasus Chromebook

Kejagung Klaim Sudah Lacak Keberadaan Jurist Tan Buron Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:48 WIB

DPR: Daerah Sudah Tak Mampu Gaji PPPK, Guru Harus Diangkat Jadi PNS

DPR: Daerah Sudah Tak Mampu Gaji PPPK, Guru Harus Diangkat Jadi PNS

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:42 WIB

Kisah Warga di Jabar Rela Patungan untuk Bayar Penjaga Perlintasan Rel Liar

Kisah Warga di Jabar Rela Patungan untuk Bayar Penjaga Perlintasan Rel Liar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:35 WIB

Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes

Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:11 WIB

Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!

Ketakutan Penjaga Perlintasan Rel Liar Usai Tragedi Bekasi: Kami Juga Tak Mau Celakakan Orang!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:04 WIB

Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik

Nadiem Jadi Tahanan Rumah, Kejagung Siapkan Pengawasan 24 Jam dan Gelang Elektronik

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:58 WIB

Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin

Targetkan 500 Ribu Lulusan SMK Kerja di LN, Cak Imin Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:48 WIB