Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB
Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?
Potret Sampah Menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (Pexels/Tom Fisk)

Suara.com - Penerapan kebijakan pemilahan sampah di Jakarta dinilai tidak cukup hanya mengandalkan aturan pemilahan di tingkat rumah tangga dan kawasan usaha. Greenpeace Indonesia menilai keterbukaan dan sinkronisasi data persampahan menjadi aspek penting agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif dan terukur.

Hal tersebut disampaikan Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menanggapi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber yang baru diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ibar, hingga saat ini data pengelolaan sampah di Jakarta masih belum terintegrasi dengan baik. Mulai dari data bank sampah aktif, TPS3R, hingga jumlah timbulan sampah di setiap wilayah dinilai masih belum sinkron.

“Kalau datanya masih serampangan, artinya tidak sinkron, kita juga nggak bisa monitoring berapa jumlah sampah yang sudah berkurang,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan data detail hingga tingkat RT dan RW penting untuk menentukan strategi pengurangan sampah yang lebih tepat sasaran. Dengan data tersebut, pemerintah dapat mengetahui jenis sampah dominan di suatu wilayah dan menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

“Kalau ada data detail, kita bisa tahu intervensi apa yang harus didorong. Misalnya ternyata sampah sachet paling banyak muncul di satu wilayah, berarti strategi pengurangannya bagaimana?” katanya.

Greenpeace juga menilai keterbukaan data menjadi bagian penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi implementasi kebijakan pemilahan sampah yang kini mulai diterapkan di Jakarta. Selain untuk pengawasan publik, sinkronisasi data dinilai penting untuk mengukur efektivitas pengurangan sampah dari waktu ke waktu.

“Regulasi ini janganlah hanya sebatas milah-milah sampah, terus nggak dicatat per RT atau RW,” tegas Ibar.

Dalam mendukung pengelolaan data persampahan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah menyediakan platform Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Jakarta (SILIKA) milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Kehadiran SILIKA dinilai dapat menjadi langkah awal yang baik untuk mendukung transparansi dan pemantauan pengelolaan sampah di Jakarta. Namun, Greenpeace menilai sistem tersebut masih perlu dikembangkan, terutama terkait kelengkapan dan aksesibilitas data yang tersedia untuk publik.

Menurut Ibar, keterbukaan data tidak hanya membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan, tetapi juga dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah sampah karena hasilnya dapat dipantau secara langsung.

Dengan sistem data yang lebih terbuka dan terorganisir, kebijakan pemilahan sampah di Jakarta dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berjalan efektif sekaligus mengurangi beban sampah yang selama ini menumpuk di TPST Bantar Gebang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?

Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:05 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:18 WIB

Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:44 WIB

Terkini

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa

Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:43 WIB

Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?

Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:32 WIB

Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!

Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:31 WIB

Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan

Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:30 WIB

Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman

Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:14 WIB

Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina

Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:08 WIB

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:02 WIB