Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB
Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil
Potret Sampah Menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (Pexels/Tom Fisk)

Suara.com - Para aktivis Greenpeace Southeast Asia (GPSEA) mendesak para pemimpin kawasan dalam KTT ASEAN ke-48 untuk segera mengatasi krisis polusi plastik dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Seruan itu muncul di tengah meningkatnya tragedi lingkungan di Asia Tenggara, termasuk longsor sampah di TPST Bantar Gebang yang menelan korban jiwa.

Greenpeace menilai berbagai bencana tersebut bukan lagi kasus terpisah, melainkan tanda kegagalan sistemik yang mengancam lingkungan sekaligus hak asasi manusia (HAM).

Krisis plastik di Asia Tenggara kini berada pada level mengkhawatirkan. Enam negara di kawasan ini tercatat menyumbang sekitar 31 juta ton sampah plastik setiap tahun.

Sementara di Indonesia, jurnal “Krisis Sampah Plastik dan Arah Kebijakan Lingkungan 2025: Dari Daratan hingga Lautan Nusantara” mencatat produksi sampah plastik mencapai 12,4 juta ton pada 2025 atau naik 20 persen dibandingkan 2020.

Perwakilan Greenpeace Malaysia, Dunxin Wen, mengatakan masyarakat yang paling sedikit berkontribusi terhadap krisis justru menjadi kelompok yang paling terdampak.

“Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa komunitas yang paling sedikit berkontribusi terhadap krisis ini. Para pemimpin ASEAN tidak bisa hanya datang ke KTT, menandatangani deklarasi, dan menyebutnya sebagai terobosan. Kita juga berhak atas lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain mencemari lingkungan, polusi plastik juga berdampak langsung pada kesehatan dan ekonomi masyarakat. Mikroplastik bahkan disebut telah mengontaminasi 14 persen tanaman pangan global.

Perwakilan Greenpeace Filipina, Marian Ledesma, mengatakan plastik mencemari makanan dan air, merusak ekosistem, serta membebani kelompok rentan seperti perempuan, masyarakat adat, dan warga berpenghasilan rendah.

baca juga

“ASEAN tidak bisa terus mengabaikan krisis ini,” kata Marian.

Sebagai solusi, GPSEA mendorong ASEAN memasukkan intervensi hulu yang lebih agresif ke dalam Regional Plan of Action (RPA). Greenpeace menargetkan pengurangan produksi plastik global hingga 75 persen pada 2040 dan penghapusan plastik sekali pakai seperti kemasan saset yang mendominasi polusi di Asia Tenggara.

Greenpeace juga mendorong transisi menuju sistem reuse dan refill sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Menurut mereka, krisis plastik tidak bisa dipisahkan dari ketergantungan pada bahan bakar fosil karena sekitar 90 persen siklus hidup plastik menghasilkan emisi karbon.

Perwakilan Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, menegaskan Asia Tenggara tidak lagi punya banyak waktu untuk menunda perubahan.

“Kita tidak punya banyak waktu untuk berubah. Jika perubahan tidak segera dilakukan, kita akan terus terkunci pada jebakan bahan bakar fosil, serta sulit bertransisi ke pilihan alternatif dan terbarukan,” ujarnya.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×