Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46 WIB
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. (Dok: Bulog)

Di Lombok, tugas teritorial berubah menjadi kerja kemanusiaan. Prajurit tidak lagi sekadar menjaga keamanan, tetapi mengangkat puing-puing rumah warga, membangun hunian sementara, mendistribusikan logistik, hingga menenangkan anak-anak yang trauma.

Dalam banyak kesempatan, Rizal dikenal sebagai sosok yang mencintai alam dan lingkungan. Hampir di setiap tempat tugasnya, ia juga meninggalkan jejak penghijauan: menanam pohon, menghidupkan ruang hijau, dan mengajak prajurit memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari menjaga bangsa.

Karier Rizal terus bergerak menuju ruang-ruang strategis: Kaskogabwilhan II, Staf Khusus Kasad dalam penugasan Kementerian Pertanian sebagai Komandan Satgas BKO Ketahanan Pangan yg merintis Pembangunan 1 Juta Hektar lahan Persawahan beserta infrastrukturnya di Wanam Merauke, Rizal terjun langsung bersama Prajurit & Para Petani bahu membahu mebangun Merauke menjadinLimbung PangannNasional kedepannya, hingga akhirnya dipercaya menjadi Direktur Utama Perum BULOG.

Di titik inilah perjalanan militernya menemukan bentuk baru. Dahulu ia membangun jembatan untuk pasukan dan kini ia membangun jembatan distribusi pangan bagi rakyat Indonesia.

Dan sesungguhnya, dunia zeni memiliki hubungan yang sangat dekat dengan dunia pangan. Keduanya sama-sama berbicara tentang logistik, konektivitas, dan ketahanan. Jalan rusak dapat menghambat distribusi beras. Rizal menyandingkan ilmu intelejen dan teritorial di sektor pangan.

Jembatan yang runtuh dapat memutus rantai pangan. Gudang yang tidak tertata dapat menciptakan krisis. Karena itu, pengalaman Rizal di korps zeni dan teritorial menjadi modal yang unik dalam memimpin BULOG.

Di bawah kepemimpinannya, BULOG tidak hanya memanggul tugas administratif. BULOG memikul mandat besar negara: mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan Dan swasembada pangan, dalam konteks Indonesia modern, bukan sekadar urusan ekonomi. Ia adalah kedaulatan.

Presiden Prabowo Subianto berkali-kali menegaskan bahwa bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan mudah terguncang oleh tekanan global. Dalam kerangka besar itulah figur seperti Ahmad Rizal Ramdhani menjadi relevan: seorang perwira yang memahami disiplin logistik militer, tetapi juga mengerti denyut kebutuhan rakyat kecil.

Hubungannya dengan Prabowo dapat dibaca dalam konteks visi strategis tersebut. Dukungan all out dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga merupakan berkah bagi Rizal.

baca juga

Begitulah,  negara bangkit menempatkan isu pangan sebagai bagian dari pertahanan nasional, maka pengalaman para perwira teritorial dan logistik menjadi sangat penting. Rizal adalah representasi dari generasi militer yang tidak melihat pertahanan semata-mata melalui senjata, tetapi juga melalui sawah, gudang beras, irigasi, dan kesejahteraan petani.

Karena sesungguhnya perang modern tidak selalu datang dalam bentuk invasi. Kelangkaan pangan, krisis iklim, dan rusaknya ekosistem dapat menjadi ancaman yang jauh lebih sunyi tetapi mematikan.

Kisah hidup Ahmad Rizal Ramdhani saat bahu membahu menangani bencana gempa Lombok pernah diabadikan dalam buku "Mempolong Merenten", sebuah frasa yang menggambarkan semangat persaudaraan, pengabdian, dan kerja bersama dalam menghadapi kehidupan. 

Buku itu seperti ingin menegaskan bahwa perjalanan seorang prajurit sejati tidak diukur hanya dari pangkat dan jabatan, tetapi dari manfaat yang ditinggalkannya bagi manusia lain.

Dan mungkin itulah inti perjalanan Ahmad Rizal Ramdhani. Ia memahami bahwa membangun jauh lebih sulit daripada menghancurkan. Ia adalah prajurit yang mengerti bahwa ketahanan bangsa bukan hanya berdiri di atas tank dan senapan, tetapi juga di atas padi yang tumbuh subur, pohon yang tetap hijau, dan rakyat yang tidak pernah kehilangan harapan.

Di tangannya, BULOG bukan sekadar institusi logistik pangan namun sesuai Visinya Bulog harus menjadi Orkestrator Pangan Nasional & bahkan Internasional ke depannya. Ia adalah benteng sunyi yang menjaga Indonesia agar tetap tangguh. 

Catatan, artikel ini merupakan persembahan untuk Perum BULOG dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-59 pada tanggal 11 Mei 2026. Perayaan HUT tahun ini mengusung momentum penguatan ketahanan pangan nasional dan transformasi perusahaan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:02 WIB

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB

Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?

Menakar Filosofi Ki Hajar Dewantara di Era Kecerdasan Buatan, Masihkah Relevan?

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:15 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Apakah Libur Nasional?

Hari Kebangkitan Nasional Apakah Libur Nasional?

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:21 WIB

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:54 WIB

Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi

Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Optimalkan Ketahanan Pangan dan Transisi Energi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:11 WIB

Terkini

Dukung Komjen Suyudi Jadi Kapolri, PKB Taruh Harapan Pada Visi Polri Bersama Rakyat

Dukung Komjen Suyudi Jadi Kapolri, PKB Taruh Harapan Pada Visi Polri Bersama Rakyat

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Timnas Indonesia Pernah Kalah, Begini Head to Head dengan Bangladesh

Timnas Indonesia Pernah Kalah, Begini Head to Head dengan Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras

Jelang Hadapi Bangladesh, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Fokus dan Kerja Keras

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:39 WIB

Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong

Timnas Ditahan Imbang Malaysia, Erick Thohir Buka Suara Soal Suporter Gaungkan Nama Shin Tae-yong

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Terungkap di Sidang Korupsi Haji, Jemaah Bisa Berangkat Pakai Kuota Petugas

Terungkap di Sidang Korupsi Haji, Jemaah Bisa Berangkat Pakai Kuota Petugas

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Multi Plot Twist Bikin Dugaan Penonton Meleset, Film Horor "Lobang Buaya" Tayang Hari Ini!

Multi Plot Twist Bikin Dugaan Penonton Meleset, Film Horor "Lobang Buaya" Tayang Hari Ini!

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Jari ke Janji, saat Pena Menjadi Pedang dan Kata Kehilangan Makna

Jari ke Janji, saat Pena Menjadi Pedang dan Kata Kehilangan Makna

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri

Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Bahlil Ungkap Dapat Amanah Rangkap Jabatan, Jadi Menko dan Menteri ESDM

Bahlil Ungkap Dapat Amanah Rangkap Jabatan, Jadi Menko dan Menteri ESDM

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Modal Dasar Transjakarta Naik Jadi Rp13,4 Triliun, Bakal Garap Bisnis Transportasi Udara dan Laut!

Modal Dasar Transjakarta Naik Jadi Rp13,4 Triliun, Bakal Garap Bisnis Transportasi Udara dan Laut!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:24 WIB

×