Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

Muhammad Yasir

Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
Mahfud MD [Youtube Mahfud MD Official]
baca 10 detik
  • Mahfud MD mengkritik peradilan sesat di Indonesia yang terjadi akibat hilangnya independensi hakim karena tekanan dan iming-iming jabatan.
  • Bentuk tekanan terhadap hakim meliputi ancaman fisik, teror psikologis, serta penyalahgunaan rekam jejak kasus suap untuk mengendalikan keputusan hukum.
  • Kasus besar seperti Zarof Ricar memicu kekhawatiran publik terhadap integritas pengadilan yang terkesan dijalankan secara terburu-buru demi target tertentu.

Suara.com - Mantan Menkopolhukam Mahfud MD melontarkan kritik pedas terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia.

Dalam podcast Terus Terang di kanal YouTube Mahfud MD Official, ia menyoroti adanya indikasi "peradilan sesat" yang dipicu oleh hilangnya independensi hakim akibat tekanan eksternal maupun iming-iming jabatan.

Mahfud menjelaskan bahwa proses peradilan seringkali tidak sejalan dengan logika publik atau public common sense. Ia merujuk pada pemikiran Herman Muster tentang mengapa sebuah peradilan bisa menjadi sesat.

"Kenapa peradilan tuh sesat? Satu mungkin karena memang alat buktinya sulit ditemukan sehingga Hakim terpaksa memutus dan itu keliru kalau itu it's okay. Tapi ada juga karena tekanan, karena ancaman," ujar Mahfud MD sebagaimana dikutip dari tayangan podcastnya, Rabu (13/5/2026).

Mahfud kemudian mengurai berbagai bentuk tekanan yang disebut bisa memengaruhi independensi hakim. Mulai dari ancaman fisik, teror psikologis, hingga iming-iming karier yang lebih tinggi.

"Ada juga karena janji promosi. Dia buat putusan 'oh saya bisa naik pangkat nanti saya bisa dipindah menjadi Hakim Tinggi'," ujar Mahfud.

Tak berhenti di situ, Mahfud juga menyinggung praktik tekanan yang bersumber dari rekam jejak masa lalu hakim, termasuk dugaan keterlibatan dalam perkara suap.

"Atau kalau ancaman tadi teror karena mau dianiaya atau teror karena 'anda sudah pernah saya suap loh' gitu kan. 'Anda sudah pernah saya suap loh kalau anda main-main saya buka suap anda'. Bisa itu ada di buku itu banyak cerita-cerita peradilan yang sesat itu," tegasnya.

Mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar divonis 16 tahun penjara kasus mafia peradilan di Pengadilan Tipikor Jakarta. [Antara]
Mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar divonis 16 tahun penjara kasus mafia peradilan di Pengadilan Tipikor Jakarta. [Antara]

Mahfud turut menyoroti kasus mantan pejabat Mahkamah Agung, Zarof Ricar, yang sempat menghebohkan publik setelah ditemukan menyimpan uang hampir Rp1 triliun.

baca juga

Ia menilai kasus itu memunculkan kekhawatiran di kalangan hakim.

"Orang takut dibukain oleh Jaksa tuh 'kamu terlibat Zarof sekian loh kamu Zarof sekian'. Kira-kira begitu yang analisis orang gitu," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyinggung sejumlah perkara besar yang belakangan menyedot perhatian publik, seperti kasus Tom Lembong, Nadiem Makarim, hingga perkara Chromebook.

Ia menilai ada kesan proses hukum dijalankan seperti “kejar setoran” tanpa melihat unsur niat jahat atau mens rea secara utuh.

"Saya melihat sekarang ini pengadilan seperti kejar-kejaran ya, kejar setoran," kata Mahfud.

Mantan Ketua mahkamah Konstitusi (MK) itu mengingatkan bahwa hukum seharusnya tidak hanya mengejar kepastian, tetapi juga keadilan dan kemanfaatan.

Menurutnya, independensi pengadilan menjadi syarat utama agar negara hukum tetap dipercaya publik.

"Tanda kemajuan kita berdemokrasi, bernegara hukum tuh kalau peradilannya bagus, independen dan memenuhi apa yang disebut public common sense," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini

Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:19 WIB

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35 WIB

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Terkini

Rekam Jejak Ayah Bigmo: Sempat Jadi Buronan dan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Rekam Jejak Ayah Bigmo: Sempat Jadi Buronan dan Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:05 WIB

3 Contoh Susunan Acara Tirakatan Malam 17 Agustus 2026, Khidmat dan Meriah

3 Contoh Susunan Acara Tirakatan Malam 17 Agustus 2026, Khidmat dan Meriah

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:05 WIB

4 Daftar Bahan Aktif yang Efektif dalam Serum Penumbuh Rambut, Kenali Fungsinya

4 Daftar Bahan Aktif yang Efektif dalam Serum Penumbuh Rambut, Kenali Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Kim Soo Hyun Comeback TV, Jadi Special Guest dalam Acara Mahakarya RCTI 37

Kim Soo Hyun Comeback TV, Jadi Special Guest dalam Acara Mahakarya RCTI 37

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Membongkar Pesan Posesif dan Self Love di Balik Judul Nyeleneh MMG Naykilla

Membongkar Pesan Posesif dan Self Love di Balik Judul Nyeleneh MMG Naykilla

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Harga Vape Lebih Murah dari Rokok Konvensional, Remaja Jadi Kelompok Rentan

Harga Vape Lebih Murah dari Rokok Konvensional, Remaja Jadi Kelompok Rentan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:58 WIB

FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan

FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas

Sumut | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?

Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:55 WIB

DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?

DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:55 WIB

×