Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB
Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket
Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket. [Tasnim News]
  • Pemerintah Iran resmi melarang pengiriman persenjataan militer Amerika Serikat melintasi wilayah strategis Selat Hormuz mulai hari Rabu.
  • Kebijakan blokade ketat yang dikelola IRGC dan militer reguler ini diambil sebagai respons atas agresi militer sebelumnya.
  • Langkah strategis tersebut bertujuan memperkuat kedaulatan maritim sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan negara hingga dua kali lipat sektor minyak.

Suara.com - Republik Islam Iran secara resmi melarang total pengiriman segala bentuk persenjataan militer Amerika Serikat yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa kebijakan tegas ini diambil untuk memutus rantai pasokan senjata Washington menuju pangkalan-pangkalan militernya di Timur Tengah.

Langkah berani Teheran ini tidak hanya bertujuan memperkuat kedaulatan maritim mereka, tetapi juga diprediksi akan menghasilkan pendapatan negara hingga dua kali lipat lebih besar dari sektor minyak.

Blokade Total di Bawah Kendali IRGC

Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]

Mohammad Akraminia memastikan bahwa larangan ini akan diberlakukan secara ketat mulai saat ini tanpa ada toleransi sedikit pun bagi kapal-kapal perang Amerika Serikat.

"Mulai sekarang, kami tak akan mengizinkan senjata Amerika melintasi Selat Hormuz dan memasuki pangkalan-pangkalan regional," kata Akraminia seperti dikutip oleh stasiun televisi Press TV pada hari Rabu (13/5).

Ia membeberkan bahwa wilayah bagian barat dari selat tersebut kini berada di bawah komando penuh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sementara itu, wilayah bagian timur dari jalur air krusial tersebut akan dikendalikan secara langsung oleh unit-unit tempur tentara reguler Iran.

"Pengendalian yang terkoordinasi ini akan meningkatkan pengawasan dan kedaulatan Iran atas kawasan tersebut, sekaligus menghasilkan pendapatan hingga dua kali pendapatan minyak," katanya menjelaskan potensi keuntungan ekonomi dari kebijakan ini.

Latar Belakang: Agresi dan Gencatan Senjata Semu

Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)
Kapal macet di Selat Hormuz (TOI)

Kebijakan blokade senjata ini merupakan respons langsung atas agresi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada tanggal 28 Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan menewaskan sejumlah warga sipil yang tidak bersalah.

Republik Islam Iran yang memiliki hak sah untuk membela diri kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan berbagai fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah.

Pada tanggal 7 April, kedua belah pihak sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang dilanjutkan dengan pembicaraan damai di Islamabad, Pakistan.

Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa hasil yang konkret akibat tuntutan-tuntutan sepihak dari pihak Washington.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka

Warga AS Sambut Kedatangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dengan Tangan Terbuka

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot

Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:48 WIB

Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang

Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB

Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini

Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:23 WIB

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:18 WIB

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:14 WIB

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan

Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:58 WIB

Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini

Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:56 WIB

Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura

Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:54 WIB

Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:53 WIB

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:48 WIB

Asep Edi Suheri Naik Pangkat Komjen, Kapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga!

Asep Edi Suheri Naik Pangkat Komjen, Kapolda Metro Jaya Kini Dijabat Jenderal Bintang Tiga!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:40 WIB