Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 14 Mei 2026 | 13:24 WIB
Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang
Benjamin Netanyahu (IG)
  • Netanyahu klaim kunjungi UEA secara rahasia untuk membahas aliansi militer melawan ancaman Iran.

  • Pemerintah UEA membantah keras klaim Netanyahu dan menegaskan hubungan tetap lewat jalur resmi.

  • Iran ancam balas kolusi Israel-Arab saat blokade Selat Hormuz memicu krisis energi dunia.

Suara.com - Klaim sepihak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengenai kunjungan rahasianya ke Uni Emirat Arab (UEA) kini memicu guncangan hebat pada stabilitas diplomasi Timur Tengah. Pengakuan ini tidak hanya memanaskan hubungan dengan Iran, tetapi juga menciptakan keretakan komunikasi setelah Abu Dhabi melayangkan bantahan resmi yang keras.

Netanyahu secara terbuka menyatakan telah mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) di tengah kecamuk perang melawan Iran. Kantor Perdana Menteri Israel bahkan dengan berani menyebutkan bahwa dialog tersebut telah menghasilkan sebuah "terobosan bersejarah."

Namun, klaim tersebut langsung dimentahkan oleh Kementerian Luar Negeri UEA yang menegaskan bahwa pernyataan kunjungan itu "sama sekali tidak berdasar." Dikutip dari BBC, pihak Emirat bersikeras bahwa interaksi kedua negara hanya berjalan di atas jalur resmi yang transparan tanpa ada agenda terselubung.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]
potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

Teheran segera merespons sinis pengakuan ini melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi yang menyebut bahwa Netanyahu hanya mengungkap apa yang sudah diketahui intelijen Iran. Araghchi memberikan peringatan keras bahwa setiap bentuk kolusi dengan Israel merupakan tindakan yang tidak dapat dimaafkan oleh pihak mana pun.

Dalam pernyataan resminya, UEA menolak laporan tentang adanya kunjungan Netanyahu maupun delegasi militer Israel lainnya ke wilayah mereka. Pemerintah Emirat menegaskan komitmennya bahwa kerja sama yang terjalin tetap berada dalam koridor hukum internasional yang telah disepakati sebelumnya.

"UEA menegaskan kembali bahwa hubungannya dengan Israel bersifat publik dan dilakukan dalam kerangka Abraham Accords yang terkenal dan dinyatakan secara resmi, serta tidak didasarkan pada pengaturan yang tidak transparan atau tidak resmi."

Paus Fransiskus disambut oleh Putera Mahkota Abu Dhabi, Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan ketika tiba di Ibu Kota Uni Emirat Arab pada Minggu (3/2). [AFP/Andrew Medichini]
Paus Fransiskus disambut oleh Putera Mahkota Abu Dhabi, Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan ketika tiba di Ibu Kota Uni Emirat Arab pada Minggu (3/2). [AFP/Andrew Medichini]

Kesepakatan Abraham Accords sendiri merupakan fondasi normalisasi hubungan yang diprakarsai pada masa jabatan pertama Donald Trump antara Israel dan beberapa negara Arab. Meski demikian, sumber Reuters menyebut pertemuan di kota oase Al-Ain itu benar-benar terjadi selama beberapa jam.

Keterlibatan militer Israel di wilayah Emirat semakin dipertegas oleh pernyataan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, baru-baru ini. Ia mengungkapkan adanya pengiriman baterai anti-rudal Iron Dome guna membentengi wilayah udara UEA dari serangan-serangan udara Iran.

Sistem pertahanan udara canggih ini dikirim untuk mencegat ancaman berupa rudal balistik hingga drone yang masif diluncurkan Teheran. Huckabee menilai bahwa penempatan Iron Dome merupakan buah dari "hubungan luar biasa antara UEA dan Israel" yang lahir dari Abraham Accords.

Ketegangan militer ini mencapai puncaknya ketika data menunjukkan UEA telah menghadapi ribuan ancaman udara sejak pecahnya perang pada akhir Februari lalu. Kementerian Pertahanan UEA mencatat telah menangani 551 rudal balistik dan lebih dari 2.000 drone selama periode konflik tersebut.

Di sisi lain, laporan mengejutkan muncul mengenai adanya serangan balasan dari pihak UEA terhadap fasilitas vital di lepas pantai Iran. Wall Street Journal melaporkan serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan pada April lalu yang hingga kini belum diakui secara terbuka.

Penasihat Presiden Emirat, Anwar Gargash, menegaskan bahwa meskipun mengutamakan jalur diplomasi, negaranya memiliki hak penuh untuk melakukan pembelaan diri. Ia menekankan bahwa perdamaian di kawasan Teluk tidak akan pernah bisa dibangun di atas fondasi konflik dan konfrontasi.

"Hubungan Arab-Iran di Teluk tidak dapat dibangun berdasarkan konfrontasi dan konflik," ujar Gargash dalam keterangannya yang menekankan upaya menghindari eskalasi perang.

Saat ini, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memang sedang berlangsung, namun kondisinya sangat rapuh dan terancam runtuh. Penolakan Donald Trump terhadap tawaran damai dari Iran membuat situasi di Selat Hormuz semakin tidak menentu dan mencekam.

Dampak nyata dari kegagalan kesepakatan ini adalah melonjaknya harga minyak dunia akibat penutupan akses logistik di Selat Hormuz oleh Iran. Sebagai jalur vital bagi 20 persen pasokan minyak dunia, blokade ini menjadi senjata utama Teheran untuk menekan kekuatan Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Darah Syuhada! Iran Lepas Tim Melli ke Piala Dunia dengan Seruan Perlawanan

Demi Darah Syuhada! Iran Lepas Tim Melli ke Piala Dunia dengan Seruan Perlawanan

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:06 WIB

KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing

KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:10 WIB

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:13 WIB

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:45 WIB

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:29 WIB