Ancaman Efek Domino Konflik AS-Iran, Kriminolog Soroti Potensi Aktivasi Sel Tidur di Indonesia

Galih Prasetyo

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB
Ancaman Efek Domino Konflik AS-Iran, Kriminolog Soroti Potensi Aktivasi Sel Tidur di Indonesia
Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
baca 10 detik
  • Presiden AS mengultimatum Iran untuk berunding terkait nuklir atau menghadapi serangan militer pada Mei 2026 mendatang.
  • IRGC merespons ancaman tersebut dengan menyatakan kesiapan memperluas konflik ke berbagai wilayah di luar dugaan Amerika Serikat.
  • Konflik ini berisiko meningkatkan radikalisme domestik di Indonesia melalui aktivitas sel tidur serta propaganda anti-Barat di media.

Suara.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan global, termasuk potensi dampaknya terhadap Indonesia.

Ketegangan memuncak setelah Presiden AS, Donald Trump, mengultimatum Teheran agar kembali ke meja perundingan nuklir atau menghadapi serangan militer lanjutan dalam waktu dekat.

Merespons ancaman tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC melalui saluran resmi Sepah News pada 20 Mei 2026 menegaskan kesiapan mereka memperluas konflik ke wilayah yang tidak pernah dibayangkan oleh Amerika Serikat maupun Israel apabila agresi militer benar-benar terjadi.

Situasi ini menjadi perhatian serius karena IRGC telah berstatus organisasi teroris asing versi Amerika Serikat sejak 2019.

Uni Eropa juga resmi memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris pada Januari 2026 menyusul dugaan keterlibatan jaringan siber dan operasi asimetris yang dinilai mengancam keamanan global.

Kriminolog yang fokus pada isu terorisme, Tegar Bimantoro, menilai ancaman paling nyata bagi Indonesia bukan berupa serangan militer langsung, melainkan efek domino berupa peningkatan aktivitas kelompok radikal domestik.

“Pernyataan perang terbuka dari kelompok sebesar IRGC dapat menjadi pemantik bagi kelompok ekstremis lokal untuk bergerak,” ujar Tegar.

Ia menyebut ada dua skenario utama yang saat ini perlu diwaspadai aparat keamanan nasional.

Pertama, potensi aktivasi sel tidur dan aksi lone wolf oleh individu atau kelompok yang terpapar ideologi ekstrem, baik dari jaringan ISIS maupun simpatisan militan tertentu.

baca juga

Menurut Tegar, momentum konflik global kerap dimanfaatkan sebagai alasan solidaritas ideologis untuk melakukan aksi teror mandiri di dalam negeri.

“Kelompok radikal bisa memanfaatkan situasi kacau ini sebagai momentum propaganda maupun aksi,” katanya.

Skenario kedua adalah menguatnya propaganda anti-Barat di media sosial yang dapat memicu proses rapid radicalization atau radikalisasi cepat.

Narasi bahwa “Barat menyerang Islam” disebut menjadi bahan bakar utama propaganda kelompok ekstremis untuk merekrut anggota baru dan membangun sentimen kebencian terhadap aset-aset Barat di Indonesia.

Dalam konteks digital saat ini, Tegar menilai ruang penyebaran radikalisme telah bergeser ke dunia siber.

Individu yang terus-menerus terpapar narasi kekerasan dan kebencian berpotensi mempelajari motif, teknik, hingga pembenaran untuk melakukan tindakan teror di wilayahnya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:40 WIB

Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun

Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:21 WIB

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB

Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun

Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:13 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Ombudsman RI Temukan Persoalan MBG di 34 Provinsi, Rekomendasi Segera Diserahkan ke BGN

Ombudsman RI Temukan Persoalan MBG di 34 Provinsi, Rekomendasi Segera Diserahkan ke BGN

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:17 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Pernah Tamat SMA atau Sederajat

MK Tak Temukan Bukti Gibran Pernah Tamat SMA atau Sederajat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Bejat! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Cabuli Murid Laki-laki, Polisi Temukan Tujuh Korban

Bejat! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Cabuli Murid Laki-laki, Polisi Temukan Tujuh Korban

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Posisi Gibran Jadi Wapres Aman, MK Tak Terima Gugatan Ijazah Denny Indrayana Cs

Posisi Gibran Jadi Wapres Aman, MK Tak Terima Gugatan Ijazah Denny Indrayana Cs

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Warga Jakarta Boleh Tolak Bayar Parkir jika Izin Operator Kedaluwarsa

Warga Jakarta Boleh Tolak Bayar Parkir jika Izin Operator Kedaluwarsa

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini

Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×