- Presiden AS mengultimatum Iran untuk berunding terkait nuklir atau menghadapi serangan militer pada Mei 2026 mendatang.
- IRGC merespons ancaman tersebut dengan menyatakan kesiapan memperluas konflik ke berbagai wilayah di luar dugaan Amerika Serikat.
- Konflik ini berisiko meningkatkan radikalisme domestik di Indonesia melalui aktivitas sel tidur serta propaganda anti-Barat di media.
Ia juga menyoroti faktor tekanan sosial atau social strain akibat konflik global yang dapat memicu aksi ekstrem pada individu dengan kerentanan ideologis.
Rasa frustrasi dan ketidakberdayaan terhadap situasi internasional dapat berubah menjadi aksi balas dendam substitutif melalui teror domestik.
Meski demikian, aparat keamanan seperti TNI dan Polri disebut tetap bersiaga penuh untuk menjaga situasi nasional tetap kondusif.
Tegar menegaskan bahwa pengawasan ruang digital dan deteksi dini menjadi kunci utama mencegah dampak konflik global berkembang menjadi ancaman nyata di Indonesia.