Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:15 WIB
Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?
Potret Penggunaan AC di Gedung Apartemen (Pexels/Berna)

Suara.com - Suhu udara yang semakin panas membuat penggunaan Air Conditioner (AC) kian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan.

Di Jakarta, misalnya, suhu harian pada Mei 2026 berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius menurut data BMKG. Kondisi ini mendorong semakin banyak rumah, kantor, hingga pusat perbelanjaan mengandalkan pendingin ruangan untuk menjaga kenyamanan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, penelitian terbaru dari Singapore University of Technology and Design (SUTD) dan Singapore-ETH Centre mengingatkan bahwa adaptasi terhadap cuaca panas tidak bisa hanya bertumpu pada pendinginan pribadi seperti AC.

Penelitian yang melibatkan 967 responden di Singapura menemukan bahwa ketergantungan yang tinggi terhadap AC dapat membuat sebagian orang merasa lebih terlindungi dari dampak panas ekstrem sehingga kurang terdorong mendukung upaya kolektif menghadapi krisis iklim.

Fenomena ini disebut sebagai behavioral insulation atau isolasi perilaku. Ketika lingkungan dalam ruangan tetap sejuk, ancaman panas yang terjadi di luar menjadi terasa lebih jauh dan kurang mendesak.

Akibatnya, dukungan terhadap berbagai solusi bersama, seperti penghematan energi, penghijauan kota, atau kebijakan adaptasi iklim, berpotensi menurun.

Temuan tersebut menjadi relevan karena penggunaan AC juga berkaitan dengan konsumsi energi yang terus meningkat.

Di Indonesia, sebagian besar listrik masih berasal dari pembangkit berbahan bakar fosil. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan sekitar 85 persen pembangkit listrik nasional masih bergantung pada energi fosil.

Artinya, semakin tinggi penggunaan AC, semakin besar pula kebutuhan listrik yang harus dipenuhi. Selain menghasilkan emisi dari sektor kelistrikan, penggunaan refrigeran pada sistem pendingin juga perlu dikelola dengan baik untuk mencegah dampak lingkungan apabila terjadi kebocoran.

baca juga

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa persoalannya bukan pada penggunaan AC itu sendiri. Di tengah suhu yang semakin ekstrem, pendingin ruangan tetap menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas masyarakat.

Tantangannya adalah bagaimana memastikan kebutuhan tersebut berjalan beriringan dengan upaya membangun lingkungan yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.

Asisten Profesor Riset Samuel Chng, Kepala Urban Psychology Lab di LKYCIC SUTD, menilai kota-kota perlu mengembangkan strategi yang lebih menyeluruh dalam menghadapi panas ekstrem.

“Jika kota terlalu bergantung pada pendinginan pribadi, mereka berisiko meningkatkan permintaan energi sekaligus melemahkan dukungan terhadap solusi panas perkotaan yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut para peneliti, sejumlah langkah dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendinginan buatan dalam jangka panjang. Di antaranya memperluas ruang terbuka hijau, menambah tutupan pohon di kawasan perkotaan, memperbaiki desain bangunan agar memiliki ventilasi alami yang lebih baik, serta menghadirkan transportasi publik yang nyaman dan teduh.

Pendekatan tersebut tidak hanya membantu menurunkan suhu lingkungan secara alami, tetapi juga memperluas manfaat bagi seluruh warga, termasuk kelompok yang tidak memiliki akses terhadap AC. Dengan kata lain, menghadapi cuaca yang semakin panas tidak cukup hanya dengan menciptakan ruang yang sejuk di dalam bangunan, tetapi juga dengan membangun kota yang lebih nyaman, sehat, dan adaptif bagi semua orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

Air Cooler vs Kipas Angin: Mana yang Paling Pas untuk Mendinginkan Ruangan?

Air Cooler vs Kipas Angin: Mana yang Paling Pas untuk Mendinginkan Ruangan?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:13 WIB

Napoli Dekati Massimiliano Allegri untuk Gantikan Antonio Conte, Sudah Makan Malam

Napoli Dekati Massimiliano Allegri untuk Gantikan Antonio Conte, Sudah Makan Malam

Bola | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:57 WIB

Terkini

Masjid Riyadhus Sholihin Jember, Jejak Dakwah yang Tak Pernah Sepi Peziarah

Masjid Riyadhus Sholihin Jember, Jejak Dakwah yang Tak Pernah Sepi Peziarah

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita

Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita

Bekaci | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Musik Tetap Jalan, Suara Sekitar Tak Hilang, Earbuds Open-ear CMF Clip Pro Masuk Indonesia

Musik Tetap Jalan, Suara Sekitar Tak Hilang, Earbuds Open-ear CMF Clip Pro Masuk Indonesia

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:48 WIB

21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir  Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Bukan Prof Noor Farid, KPK Pastikan 2 Wakil Rektor Unsoed Ini yang Kena OTT Bareng Rektor

Bukan Prof Noor Farid, KPK Pastikan 2 Wakil Rektor Unsoed Ini yang Kena OTT Bareng Rektor

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:39 WIB

Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar

Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Jeep Mercedes-Benz Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas Terpanggang Tak Bisa Keluar

Jeep Mercedes-Benz Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas Terpanggang Tak Bisa Keluar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:34 WIB

Dari Skin Lifting hingga Skin Booster, Inovasi Perawatan Kulit Kian Menjawab Kebutuhan Masa Kini

Dari Skin Lifting hingga Skin Booster, Inovasi Perawatan Kulit Kian Menjawab Kebutuhan Masa Kini

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian

Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 12:30 WIB

×