Industri Batu Bara Dituntut Tekan Emisi dan Minimalkan Kerusakan Ekosistem

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:35 WIB
Industri Batu Bara Dituntut Tekan Emisi dan Minimalkan Kerusakan Ekosistem
Ilustrasi trilema batu bara. (shutterstock)
  • Wakil Ketua APBI, Ignatius Wurwanto, membahas tantangan trilema energi pada FGD di Jakarta, Rabu (20/5) mengenai implementasi ESG.
  • Industri batu bara menghadapi beban biaya awal yang tinggi untuk menyeimbangkan ketahanan energi dengan standar keberlanjutan lingkungan hidup.
  • Beberapa perusahaan mulai melakukan transformasi bisnis rendah karbon sebagai respons atas pergeseran prospek ekonomi dan tekanan pasar global.

Suara.com - Industri batu bara di Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks di tengah dorongan global untuk mempercepat transisi energi dan menekan emisi karbon. Di satu sisi, batu bara masih menjadi sumber energi utama dan penopang ekonomi nasional, namun di sisi lain sektor ini dituntut untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Kondisi tersebut membuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor batu bara disebut jauh lebih rumit dibanding industri lain, karena harus menyeimbangkan aspek ketahanan energi, lingkungan, dan biaya operasional secara bersamaan.

“Kalau bicara batu bara, ini bukan lagi dilema, tapi trilema. Ada kebutuhan menjaga ketahanan energi, ada tuntutan lingkungan, dan ada biaya yang harus ditanggung,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Bidang ESG & Good Mining Practice, Ignatius Wurwanto, dalam FGD bertema Implementasi ESG dan Transisi Energi di Sektor Batu Bara Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5).

FGD bertema Implementasi ESG dan Transisi Energi di Sektor Batu Bara Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5). (Dok. Ist)
FGD bertema Implementasi ESG dan Transisi Energi di Sektor Batu Bara Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5). (Dok. Ist)

Dari sisi lingkungan, industri batu bara dituntut untuk mengurangi dampak kerusakan ekosistem, menekan emisi, serta menjalankan reklamasi dan pengelolaan pascatambang yang berkelanjutan. Namun, menurut Wurwanto, tantangan terbesar justru terletak pada kompleksitas penerapan ESG di sektor tambang yang tidak bisa disamakan dengan industri lain.

“Masih banyak yang memandang ESG sebagai program atau compliance, padahal seharusnya berbasis risiko dan peluang,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsistensi regulasi menjadi faktor penting agar perusahaan dapat menyusun strategi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau regulasi berubah-ubah terus, perusahaan juga harus sangat adaptif,” katanya.

Sementara itu, Asisten Peneliti Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Nur Hikmat, menilai bahwa implementasi ESG pada tahap awal masih menjadi beban biaya tambahan bagi perusahaan tambang. Ia juga menyoroti bahwa dorongan terhadap standar lingkungan di sektor batu bara masih dipengaruhi struktur pasar ekspor.

“Secara pragmatis, implementasi ESG pada tahap awal pasti menjadi first hit cost yang memberikan tekanan finansial cukup besar bagi perusahaan,” ujarnya.

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah perusahaan mulai melakukan transformasi menuju bisnis rendah karbon. SVP Public Affairs TBS Energi Utama, Josefhine Chitra, mengatakan perusahaan telah melakukan langkah transisi, termasuk pengurangan emisi signifikan setelah divestasi PLTU.

“Secara finansial, batu bara mulai dipandang memiliki keterbatasan prospek. Sementara sektor ekonomi hijau justru tumbuh sangat cepat,” ujarnya.

Pada akhirnya, industri batu bara berada dalam fase transisi yang menuntut keseimbangan antara kebutuhan energi, tuntutan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi di tengah perubahan lanskap energi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing

Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:31 WIB

Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN

Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:40 WIB

SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan

SIG Gandeng BRIN Kembangkan Semen Hijau, Bidik Pasar Material Ramah Lingkungan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:51 WIB

Terkini

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

Intervensi Baleg DPR di Kasus Chromebook Nadiem Makarim? Formappi: Tidak Bisa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:13 WIB

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

Lapor Polisi Duluan, GRIB Jaya Tantang Putri Ahmad Bahar Adu Bukti

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

Terungkap! Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan, Stranas PK: Rawan Korupsi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:00 WIB

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

Usulan DPR Masa Jabatan Kapolri 3 Tahun Dinilai Mereduksi Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:46 WIB

GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma

GRIB Jaya Balik Serang Pihak Ahmad Bahar: Tuding Lakukan Doxing hingga Istri Hercules Trauma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:37 WIB