Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:15 WIB
Usman Hamid Semprot Pemerintah: Nobar Film Pesta Babi Dibungkam, Papua Jadi Tabu!
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Usman Hamid dari Amnesty International mengkritik pembubaran paksa nonton bareng film Pesta Babi di berbagai daerah selama April-Mei 2026.
  • Pemerintah dan aparat dituduh membungkam kebebasan berekspresi serta membatasi informasi kritis terkait isu pelanggaran HAM di wilayah Papua.
  • Amnesty menyatakan keterlibatan TNI dalam pembubaran acara sipil melanggar undang-undang dan mendesak negara menjamin kebebasan berpendapat bagi seluruh masyarakat.

Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengkritik rangkaian intimidasi dan pembubaran acara nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di sejumlah daerah.

Menurut Usman Hamid, berbagai pelarangan tersebut menunjukkan sikap pemerintah yang dinilai antikritik sekaligus membatasi penyebaran informasi alternatif terkait dugaan pelanggaran HAM dan kerusakan lingkungan di Papua.

“Ini jelas merupakan pembungkaman serta pemberangusan suara kritis tentang Papua yang disampaikan melalui film Pesta Babi,” ujar Usman dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Usman, film dokumenter merupakan medium penting untuk menyampaikan kampanye hak asasi manusia dan isu perlindungan lingkungan kepada publik secara luas.

Namun, ia menilai pemerintah justru tidak menghendaki ruang diskusi semacam itu berkembang.

“Pembatasan akses informasi terkait Papua ini membuat Papua seolah topik tabu untuk dibahas secara luas di Indonesia maupun di dunia internasional,” katanya.

Amnesty mencatat intimidasi terhadap pemutaran film tersebut terus terjadi sejak April hingga Mei 2026. Kasus terbaru disebut terjadi di Bekasi dan Bogor dalam beberapa hari terakhir.

Usman menyebut berbagai intimidasi itu menunjukkan kegagalan negara dalam melindungi kebebasan berekspresi dan berkumpul.

“Bentuk intimidasi yang mencakup pengawasan intelijen, teror terhadap penyelenggara, hingga pembubaran paksa membuktikan bahwa ruang-ruang kebudayaan dan pengetahuan sedang dikepung oleh ketakutan dan pembungkaman,” ujarnya.

baca juga

Ia juga menyoroti keterlibatan aparat keamanan dalam pembubaran acara pemutaran film tersebut.

Film Pesta Babi (Thumbnail YouTube/Indonesia Baru)
Film Pesta Babi (Thumbnail YouTube/Indonesia Baru)

Menurut dia, keterlibatan TNI dalam pembubaran acara sipil bertentangan dengan fungsi militer sebagaimana diatur dalam Undang-Undang TNI.

“Keterlibatan TNI dalam pembubaran acara jelas bertentangan dengan UU TNI, yang secara gamblang membatasi fungsi militer pada ranah pertahanan negara, bukan sebagai penjaga ketertiban sipil,” kata Usman.

Amnesty mendesak pemerintah, aparat keamanan, hingga pimpinan kampus untuk menjamin kebebasan berekspresi, kebebasan akademik, dan hak atas informasi.

“Tugas aparat seharusnya adalah menjamin keamanan jalannya ruang diskusi yang damai, bukan malah menjadi aktor yang memberangusnya tanpa alasan yang substansial,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi intimidasi terhadap acara nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dilaporkan terjadi di berbagai daerah.

Film dokumenter tersebut mengangkat isu perampasan tanah adat di Papua Selatan yang disebut berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Rumah produksi Watchdoc yang turut menggarap film tersebut mencatat sedikitnya 21 kasus intimidasi sejak 9 April 2026. Bentuk intimidasi yang dilaporkan antara lain tekanan pembatalan acara, pengawasan aparat, permintaan identitas penyelenggara, hingga pembubaran paksa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Pesta Babi Kini Tayang Resmi di YouTube, Ini Link Nonton Legalnya

Film Pesta Babi Kini Tayang Resmi di YouTube, Ini Link Nonton Legalnya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:30 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB

Masyarakat Sipil Nobar Film Pesta Babi: Negara Distributor Keadilan, Bukan Mesin Elektoral

Masyarakat Sipil Nobar Film Pesta Babi: Negara Distributor Keadilan, Bukan Mesin Elektoral

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 12:05 WIB

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Soroti Dana Film Dokumenter Pesta Babi: Duitnya dari Mana?

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:20 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Terpopuler: 10 Fakta Film Pesta Babi, Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional

Terpopuler: 10 Fakta Film Pesta Babi, Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 06:55 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×