Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bangun Santoso

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
Ilustrasi gempa bumi megathrust. (Freepik)
baca 10 detik
  • Prof. Danny Hilman dari BRIN menyatakan kompleksitas sumber gempa di Jawa membutuhkan penelitian lebih lanjut guna meningkatkan akurasi risiko.
  • Peneliti menemukan sesar aktif baru di Jawa yang berpotensi memicu kerusakan infrastruktur dan bahaya turunan bagi wilayah lokal.
  • Peningkatan data detail mengenai karakteristik sesar aktif sangat krusial untuk menentukan kebijakan pembangunan infrastruktur yang lebih aman di Indonesia.

Suara.com - Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Danny Hilman Natawidjaja mengungkapkan masih banyak ketidakpastian terkait sumber-sumber gempa di Jawa yang perlu diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan akurasi penilaian risiko bencana.

Melalui keterangan di Jakarta, Selasa (9/6/2026), Danny mengungkapkan Pulau Jawa memiliki sistem sumber gempa yang kompleks.

Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa, terdapat pula berbagai sesar aktif di daratan yang berpotensi memicu gempa merusak.

"Pengetahuan kita mengenai sesar aktif di Jawa masih menyimpan banyak ketidakpastian. Ada sejumlah sesar yang sudah diketahui, tetapi karakteristik pentingnya seperti laju pergeseran, segmentasi, hingga magnitudo maksimum masih belum sepenuhnya dipahami," katanya sebagaimana dilansir Antara.

Danny mengatakan salah satu struktur geologi yang menjadi perhatian adalah Java Back-Arc Thrust, sesar naik besar yang membentang dari wilayah Jakarta hingga Surabaya.

Menurutnya, keberadaan sesar ini berkontribusi terhadap tingkat bahaya gempa di bagian utara Jawa yang selama ini kerap dianggap relatif lebih aman dibanding wilayah selatan yang dipengaruhi zona subduksi.

Danny menjelaskan bahwa peta bahaya gempa yang digunakan saat ini merupakan hasil interpretasi dari berbagai data geologi dan kegempaan yang terus berkembang.

Karena itu, peta sesar aktif dan peta bahaya gempa tidak bersifat statis, melainkan terus diperbarui seiring munculnya temuan-temuan baru dari hasil penelitian.

Tim BRIN, kata dia, baru-baru ini melakukan pemetaan rinci di kawasan sekitar Gunung Ciremai yang menghasilkan informasi baru mengenai keberadaan sesar aktif serta perubahan segmentasi pada beberapa struktur patahan yang telah diketahui sebelumnya.

baca juga

Temuan tersebut berpotensi memengaruhi estimasi bahaya gempa pada skala lokal.

"Setiap bukti geologi baru dapat mengubah pemahaman kita mengenai sumber gempa. Dampaknya mungkin tidak terlalu besar pada skala regional, tetapi dapat signifikan bagi penilaian bahaya di tingkat lokal," ujarnya.

Lebih lanjut, Danny menekankan bahwa ancaman gempa bumi tidak hanya berupa guncangan tanah.

Sesar aktif juga dapat memicu berbagai bahaya turunan seperti rekahan permukaan, longsor, likuefaksi, hingga tsunami lokal.

Ia menilai aspek rekahan permukaan sering kali kurang mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan.

Padahal, infrastruktur penting seperti jalan tol, jalur kereta api, bendungan, pipa energi, hingga fasilitas publik lainnya berisiko mengalami kerusakan serius apabila dibangun tepat di atas jalur sesar aktif.

"Bangunan dapat dirancang agar lebih tahan terhadap guncangan gempa, tetapi sangat sulit merancang struktur yang mampu bertahan terhadap pergeseran permukaan tanah hingga beberapa meter akibat pergerakan sesar," ujarnya.

Danny menambahkan bahwa sejumlah negara seperti Jepang, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Taiwan telah menerapkan kebijakan pembatasan pembangunan pada zona sesar aktif.

Sementara di Indonesia, penerapan kebijakan serupa masih menghadapi tantangan karena keterbatasan data detail mengenai lokasi dan karakteristik sesar aktif.

Danny juga menyoroti pentingnya integrasi antara data bahaya, paparan, dan kerentanan dalam kajian risiko bencana.

Menurutnya, peningkatan kualitas data paparan dan kerentanan tidak akan menghasilkan penilaian risiko yang optimal apabila informasi mengenai sumber bahaya masih memiliki ketidakpastian tinggi.

"Risiko merupakan fungsi dari bahaya, paparan, dan kerentanan. Karena itu, peningkatan kualitas data bahaya, termasuk pemetaan sesar aktif dan pemahaman siklus gempa serta tsunami, menjadi fondasi penting untuk menghasilkan penilaian risiko yang lebih akurat," tutur Danny Hilman Natawidjaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal

Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:55 WIB

Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding

Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:18 WIB

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:05 WIB

Gempa 5,2 Guncang Meksiko Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026, Protokol Darurat Diterapkan

Gempa 5,2 Guncang Meksiko Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026, Protokol Darurat Diterapkan

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 12:25 WIB

Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina

Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:23 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Sulut

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Sulut

News | Senin, 08 Juni 2026 | 07:48 WIB

Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?

Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:05 WIB

Terkini

Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia

Angin Puting Beliung Lepaskan Atap, Begini Kondisi Stadion Pakansari Jelang Laga Timnas Indonesia

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:06 WIB

Perjalanan Panjang Amy & Rogers: 4 Hari dalam Mobil yang Mengubah Segalanya

Perjalanan Panjang Amy & Rogers: 4 Hari dalam Mobil yang Mengubah Segalanya

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:00 WIB

Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh

Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi: Pelaku Begal Jangan Babak Belur, Lecet Dikit Boleh

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:00 WIB

Peneliti Kebijakan Dorong Pengusutan Kasus Eks Jampidsus Mengarah ke Aktor Intelektual

Peneliti Kebijakan Dorong Pengusutan Kasus Eks Jampidsus Mengarah ke Aktor Intelektual

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:57 WIB

Dea Arranoya Lulusan Mana? Anak Pejabat Aceh Viral Pamer 15 Jeriken BBM dan Liburan ke Eropa

Dea Arranoya Lulusan Mana? Anak Pejabat Aceh Viral Pamer 15 Jeriken BBM dan Liburan ke Eropa

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:53 WIB

Velodrome Bergemuruh, Pelatih Reidel Toiran Puji Antusiasme Suporter Timnas Voli Indonesia

Velodrome Bergemuruh, Pelatih Reidel Toiran Puji Antusiasme Suporter Timnas Voli Indonesia

Sport | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:53 WIB

Indonesia Kekurangan Talenta Siber, ITSEC Asia dan PT INTI Siapkan Solusinya

Indonesia Kekurangan Talenta Siber, ITSEC Asia dan PT INTI Siapkan Solusinya

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:48 WIB

Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan

Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:47 WIB

Gabung Kendal Tornado FC, Diego Dalloca: Saya Ingin Menciptakan Sejarah!

Gabung Kendal Tornado FC, Diego Dalloca: Saya Ingin Menciptakan Sejarah!

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:47 WIB

5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!

5 HP Samsung Kamera OIS Terbaik, Hasil Videonya Mirip Kelas Flagship!

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:40 WIB

×