- Ratusan mahasiswa membubarkan diskusi pejabat pemerintah di GIK UGM, Sleman, pada Senin malam, 16 Juni 2026.
- Aksi protes dipicu penolakan terhadap kebijakan pemerintah, mengakibatkan ketegangan, aksi saling lempar, serta pengepungan oleh massa mahasiswa.
- Nusron Wahid dan Sudaryono berhasil dievakuasi setelah melakukan dialog terbuka yang tidak memuaskan aspirasi para mahasiswa.
Suara.com - Diskusi yang menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, berujung ricuh setelah didatangi ratusan mahasiswa pada Senin (16/6/2026) malam.
Forum yang semula berlangsung tertutup dan kondusif itu menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.
Sementara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang sebelumnya dijadwalkan hadir tidak terlihat mengikuti kegiatan tersebut.
Pada awal acara, ketiga narasumber menyampaikan pandangannya dari atas panggung. Dalam kesempatan itu, Budiman sempat mengajak mahasiswa menyampaikan kritik secara langsung melalui forum resmi, bukan lewat media sosial.
Namun situasi berubah ketika puluhan mahasiswa tiba-tiba naik ke atas panggung dan membentangkan sejumlah spanduk bernada penolakan terhadap pemerintah.
Beberapa spanduk yang dibawa mahasiswa bertuliskan "UGM Menolak Pengkhianat Reformasi" dan "UGM Menolak Penjilat Rezim".
Ketegangan semakin meningkat hingga terjadi aksi saling lempar gelas air mineral di dalam arena diskusi. Tak lama berselang, Nusron, Sudaryono, dan Budiman langsung diamankan keluar dari lokasi acara.
![Ratusan mahasiswa berkumpul dan menghadang kendaraan yang akan digunakan para pejabat untuk meninggalkan lokasi. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/16/13104-diskusi-di-joglo-gik-ugm-ricuh.jpg)
Mahasiswa Kepung Lokasi, Tuntut Dialog Terbuka
Di luar Joglo GIK, ratusan mahasiswa ternyata telah berkumpul dan menghadang kendaraan yang akan digunakan para pejabat untuk meninggalkan lokasi.
"Budiman, mana Budiman! Katanya mau diskusi," teriak para mahasiswa.
"Kalau Budiman dan Sudaryono tidak mau keluar, kita nggak akan pergi!" pekik mahasiswa lainnya.
Di tengah tekanan massa, Nusron dan Sudaryono akhirnya keluar untuk menemui mahasiswa. Namun Budiman tidak terlihat muncul di hadapan massa.
Dengan pengawalan ketat, kedua pejabat itu berjalan menuju gerbang selatan UGM. Namun langkah mereka terhenti setelah massa berhasil menghadang dan meminta dialog dilakukan secara terbuka.
Dalam forum spontan tersebut, seorang mahasiswa mempertanyakan kebijakan alih fungsi ratusan ribu hektare lahan di Papua yang disebut berdampak pada penggusuran masyarakat setempat. Pertanyaan itu diarahkan langsung kepada Nusron selaku Menteri ATR/BPN.
Respons Nusron yang mengajak mahasiswa datang langsung ke Papua untuk melihat kondisi di lapangan dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan yang diajukan.