Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat strategi transformasi Beyond Mortgage dengan membangun kolaborasi strategis bersama berbagai pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia untuk memperluas akses layanan perbankan, pembiayaan perumahan, serta pemberdayaan pelaku UMKM.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Oni Febriarto Rahardjo bersama Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, S.Sos., M.A.P. untuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta bersama Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Loto Srinaita Ginting S.E., M.Comm untuk kerja sama dengan Kementerian UMKM.
Melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BTN akan memperluas sinergi dalam penyediaan berbagai layanan perbankan bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk produk simpanan, layanan transaksi, fasilitas pembiayaan perumahan subsidi maupun non-subsidi, layanan berbasis payroll, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta pengembangan program pemberdayaan UMKM di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, bersama Kementerian UMKM, BTN akan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan akses pembiayaan dan layanan perbankan bagi pelaku UMKM. Kedua belah pihak juga akan menjajaki sinergi melalui platform SAPA UMKM untuk memperluas akses layanan keuangan, mendukung pembiayaan usaha, serta membuka peluang kepemilikan rumah bagi pelaku UMKM.
Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk membangun ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru.
“Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman yang bersifat seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana kolaborasi ini benar-benar menghasilkan manfaat bagi semua pihak, baik bagi BTN, Kementerian UMKM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maupun masyarakat yang menjadi penerima manfaat layanan kami. Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk semakin berpihak kepada UMKM, BTN juga akan memperkuat dukungan kepada sektor ini. Kehadiran platform SAPA UMKM membuka peluang kolaborasi yang lebih luas sehingga pelaku UMKM dapat semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan perbankan BTN,” ujar Oni.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kerja sama ini bukan hanya memberikan manfaat bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga bagi masyarakat. Sinergi dengan BTN diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan, mendukung program perumahan, memperkuat pemberdayaan UMKM, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta,” ujar Uus.
Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Loto Srinaita Ginting mengatakan, kolaborasi dengan BTN akan memperkuat pengembangan ekosistem layanan bagi pelaku UMKM melalui pemanfaatan platform digital SAPA UMKM.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena dapat memperluas akses pembiayaan dan layanan perbankan bagi pelaku UMKM. Melalui platform SAPA UMKM, kami membangun ekosistem layanan yang terintegrasi sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah mengakses berbagai layanan mulai dari legalitas, pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha hingga pemasaran. Sinergi dengan BTN akan semakin memperkuat ekosistem tersebut,” ujar Loto.
Melalui kedua kerja sama tersebut, BTN optimistis dapat memperluas jangkauan layanan perbankan kepada ekosistem ASN maupun UMKM sekaligus memperkuat implementasi strategi Beyond Mortgage. Perseroan akan terus membangun kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan berbagai mitra strategis untuk menghadirkan solusi keuangan yang semakin terintegrasi, meningkatkan inklusi keuangan, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. ***