- BPBD Kota Tangerang bersama instansi terkait memadamkan kebakaran pabrik sandal di Poris Plawad sejak Minggu malam kemarin.
- Sebanyak 95 personel dan 19 mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan area seluas 1.000 meter.
- Pemerintah Kota Tangerang memprioritaskan keselamatan warga dan penanganan kesehatan akibat paparan asap tebal di sekitar lokasi kebakaran.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap akibat kebakaran pabrik sandal di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, yang terjadi sejak Minggu (21/6) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan koordinasi lintas instansi dilakukan bersamaan dengan proses pemadaman untuk memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
"Saat ini selain fokus pada proses pemadaman, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan unsur kewilayahan untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan agar warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan," ujar Mahdiar, Senin (22/6), dikutip dari ANTARA.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.31 WIB di PT Murni Karetindo Lestari (King Stone), pabrik yang memproduksi alas kaki berupa sandal rumahan. Api menghanguskan area pabrik seluas kurang lebih 1.000 meter persegi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi. Sebanyak 95 personel diterjunkan bersama unsur Koramil, Dinas Kesehatan, dan relawan untuk menangani kebakaran.
Dalam proses penanganan, Pemerintah Kota Tangerang mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan operasional Koramil, serta satu ambulans dari Dinas Kesehatan. Hingga Senin dini hari, petugas masih terus berupaya memadamkan api dan melakukan pendinginan agar kebakaran tidak kembali membesar.
Selain pemadaman, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah pasokan air menggunakan armada tangki guna mendukung proses pemadaman.
Di sisi lain, pemantauan kondisi kesehatan warga di sekitar lokasi terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat asap tebal yang ditimbulkan kebakaran. Petugas juga memastikan api tidak merambat ke bangunan maupun kawasan permukiman di sekitar pabrik.
Mahdiar menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD juga menyatakan belum menerima laporan adanya korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut.