Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo

Vania Rossa

Senin, 22 Juni 2026 | 10:01 WIB
Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
Seorang pria di Kongo diberi vaksin anti Ebola oleh salah satu petugas medis. (AFP)
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan Israel melaporkan satu lagi warga suspek Ebola usai kembali dari Republik Demokratik Kongo pada Senin.
  • Pasien mengalami gejala demam dan diare sehingga kini diisolasi di Sheba Tel Hashomer Medical Center untuk pemeriksaan.
  • Hasil tes laboratorium sedang diproses untuk memastikan status infeksi pasien setelah laporan suspek serupa muncul sehari sebelumnya.

Suara.com - Kementerian Kesehatan Israel melaporkan satu lagi kasus suspek Ebola yang melibatkan seorang warga yang baru kembali dari Republik Demokratik Kongo (DRC). Kasus ini menjadi dugaan kedua yang diumumkan dalam dua hari terakhir.

Mengutip Sputnik, Senin (22/6), pasien tersebut mencari pertolongan medis setelah mengalami gejala berupa demam, sakit kepala, dan diare, dua hari setelah kembali ke Israel dari DRC.

"Seorang warga yang kembali ke Israel dari DRC dua hari lalu mencari perawatan medis setelah mengalami demam, sakit kepala, dan diare," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Israel.

Kementerian menjelaskan bahwa kasus tersebut masih berstatus dugaan. Sampel pasien saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah terinfeksi virus Ebola. Hasil tes diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai langkah pencegahan, pasien telah ditempatkan di ruang isolasi sesuai protokol penanganan penyakit menular berbahaya. Ia kini dirawat dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Sheba Tel Hashomer Medical Center, rumah sakit rujukan di Israel untuk penanganan kasus penyakit infeksi berisiko tinggi.

Laporan ini muncul sehari setelah Israel mengumumkan kasus suspek Ebola pertama.

Sementara itu, pada Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan dengan potensi penyebaran lintas negara.

WHO menilai risiko penyebaran wabah Ebola di kawasan tersebut masih berada pada tingkat tinggi sehingga diperlukan pengawasan ketat serta respons cepat dari otoritas kesehatan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:28 WIB

Timnas Kongo Tersandung Jelang Piala Dunia 2026, Laga Uji Coba Dibatalkan Gegara Ebola

Timnas Kongo Tersandung Jelang Piala Dunia 2026, Laga Uji Coba Dibatalkan Gegara Ebola

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:30 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:20 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 17:03 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB

Manga The Failure at God School Karya Natsu Hyuga Resmi Diadaptasi Anime TV

Manga The Failure at God School Karya Natsu Hyuga Resmi Diadaptasi Anime TV

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 16:58 WIB

Nelayan 60 Tahun Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak

Nelayan 60 Tahun Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak

News | Minggu, 20 September 2026 | 16:56 WIB

×