Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa

Vania Rossa, Tiara Rosana

Senin, 22 Juni 2026 | 14:31 WIB
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
Akademisi senior Universitas Indonesia (UI), Prof. Suzie Sudarman. (tangkap layar YouTube)
baca 10 detik
  • Aparat Polda Metro Jaya mengawal ketat ujian doktoral Dokter Tifa terkait kasus ijazah palsu pada Jumat, 19 Juni 2026.
  • Prof. Suzie Sudarman menilai intervensi aparat di lingkungan Universitas Indonesia tersebut mencederai kebebasan akademik dan otonomi kampus.
  • Akademisi mendesak rektorat segera bersikap karena kehadiran aparat menciptakan intimidasi yang menghambat proses berpikir serta inovasi di universitas.

Suara.com - Masuknya aparat kepolisian ke ranah akademik saat pelaksanaan ujian doktoral (S3) Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menuai kritik keras. 

Langkah tersebut dinilai mencederai kebebasan akademik dan merusak iklim otonomi yang seharusnya steril dari intervensi kekuasaan.

Kritik ini disampaikan oleh akademisi senior Universitas Indonesia (UI), Prof. Suzie Sudarman. Menurutnya, tindakan aparat yang mengawasi jalannya ujian akademis di lingkungan kampus merupakan preseden buruk yang tidak lazim.

"Ini sudah melebihi dari autocratic legalism. Autocratic legalism yang disertai oleh teror. Karena seseorang yang akan diuji kenapa harus diteror?" kata Suzie dalam wawancara di Forum Keadilan TV.

Penangkapan Dokter Tifa oleh penyidik Polda Metro Jaya atas kasus dugaan fitnah ijazah palsu pada Jumat (19/6/2026) memicu sorotan tajam. 

Pasalnya, pegiat media sosial tersebut terpaksa menjalani sisa proses ujian doktoralnya di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. 

Suzie menilai, tindakan represif di lingkungan kampus tanpa prosedur yang jelas melanggar batas otonomi universitas. 

Berdasarkan aturan, institusi pendidikan tinggi memiliki otoritas penuh atas teritorinya sendiri yang tidak boleh diintervensi sembarangan.

"Masuknya aparat pemerintah secara represif ke dalam kampus itu harus dengan seizin rektor. Apalagi seorang yang sedang akan mengalami ujian, kenapa hal tersebut harus diganggu?" tegas akademisi yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Amerika UI tersebut.

baca juga

Ia menambahkan, kehadiran aparat di ruang ujian secara psikologis mengganggu jalannya proses akademik. Kebebasan berpikir dan berinovasi di lingkungan kampus, menurut Suzie, hanya bisa tumbuh jika steril dari intimidasi luar.

"Tindakan intrusi dari pemerintahan yang meneror universitas akan mengganggu kebebasan berpikir untuk inovasi. Universitas adalah tempat menemukan sesuatu, mempatenkan sesuatu," jelasnya.

Hingga saat ini, pihak rektorat UI belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Suzie pun mendesak agar pimpinan universitas segera bersuara dan meminta masukan dari Dewan Guru Besar untuk menentukan sikap. 

Menurutnya, mendiamkan peristiwa ini sama saja dengan memberikan persetujuan secara tidak langsung terhadap tindakan represif aparat di wilayah akademik. Dan ada kemungkinan kejadian serupa bisa terjadi lagi kapan saja dan menimpa siapa saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan

Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:37 WIB

Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP

Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP

News | Senin, 22 Juni 2026 | 12:07 WIB

Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro

Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Resmi Ditahan Polda Metro

Foto | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda

Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:30 WIB

Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara

Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:26 WIB

Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran

Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:19 WIB

Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa

Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:13 WIB

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:08 WIB

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:04 WIB

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:59 WIB

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:49 WIB

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:31 WIB

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:28 WIB