Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB
Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengkritik rencana pemerintah mengintegrasikan penderita TBC ke program Makan Bergizi Gratis.
  • Charles menilai distribusi logistik melalui dapur pusat sulit menjangkau penderita TBC yang tersebar luas di berbagai wilayah.
  • Penggunaan wadah makan bersama berisiko tinggi menyebarkan penyakit TBC sehingga perlu dialihkan melalui koordinasi puskesmas setempat.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengkritik keras wacana pemerintah yang berencana memasukkan penderita Tuberkulosis (TBC) sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Charles menilai rencana tersebut tidak realistis secara teknis dan berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.

Meski setuju bahwa penderita TBC membutuhkan intervensi gizi sebagai bagian dari pemulihan, Charles menekankan bahwa menggunakan skema MBG bukanlah langkah yang tepat.

“Pada prinsipnya saya setuju dengan adanya intervensi gizi buat masyarakat rentan, termasuk penderita TBC. Tetapi apakah tepat memberikan MBG kepada penderita TBC? Saya rasa ini perlu dikaji kembali. Secara teknis ini akan sangat sulit,” ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Salah satu poin utama yang disoroti Charles adalah masalah distribusi. Program MBG rencananya akan dipasok melalui satuan pelayanan gizi atau dapur pusat (SPPG).

Charles meragukan jangkauan dapur-dapur tersebut untuk menjangkau penderita TBC yang tersebar hingga pelosok.

“Belum tentu di dekat tempat penderita TBC tinggal itu ada dapur SPPG. Jangan semua-semua ditarik ke MBG. Kita sudah punya Puskesmas hampir di setiap kelurahan atau kecamatan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Charles mengkhawatirkan aspek higienitas dan risiko penularan. Mengingat TBC adalah penyakit yang sangat menular melalui droplet, penggunaan wadah makan (ompreng) yang bersirkulasi dalam program MBG dianggap sangat berisiko.

“TBC adalah penyakit yang sangat menular. Apakah ompreng yang dipakai itu nanti dikembalikan ke SPPG dan digunakan kembali? Ini malah bisa menularkan kepada penerima manfaat lainnya yang bukan penderita TBC. Jadi, ini wacana yang menurut saya tidak masuk akal,” tegasnya.

baca juga

Alih-alih memaksakan masuk ke program MBG, Charles menyarankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengoptimalkan peran Puskesmas dan Dinas Kesehatan di daerah.

Menurutnya, tenaga medis di tingkat kecamatan jauh lebih memahami kebutuhan spesifik pasien TBC di wilayahnya.

“Lebih baik Kemenkes berkoordinasi dengan Dinkes daerah, memanfaatkan Puskesmas untuk membantu penderita TBC mendapatkan apa yang mereka butuhkan, baik obat-obatan maupun intervensi gizi. Tenaga kesehatan di sana lebih tahu kebutuhan pasiennya,” jelas Charles.

Charles berharap wacana yang dilontarkan Menteri Kesehatan tersebut belum menjadi keputusan final.

"Mudah-mudahan Pak Menkes hanya bercanda ketika menyampaikan wacana ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TBC) dimasukkan sebagai kelompok prioritas penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usulan ini diajukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang guna mempercepat pemulihan pasien dan menekan angka kematian akibat TBC di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA

Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:50 WIB

Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot

Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:46 WIB

DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif

DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:34 WIB

Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas

Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:31 WIB

Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah

Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:40 WIB

Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran

Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:19 WIB

Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa

Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:13 WIB

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×