Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 25 Juni 2026 | 11:30 WIB
Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?
Ilustrasi pemanfaatan energi surya untuk kehidupan manusia. (pixabay/fietzfotos)
baca 10 detik
  • Industri energi surya di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, namun menghadapi kendala kesiapan tenaga kerja yang berkualitas.
  • Riset Coaction Indonesia memproyeksikan jutaan lapangan kerja hijau, tetapi perusahaan kesulitan menemukan tenaga kerja dengan keterampilan teknis praktis.
  • Xurya mendirikan Solar Academy Indonesia sejak 2024 untuk menjembatani kesenjangan antara teori pendidikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Suara.com - Saat membicarakan transisi energi, perhatian sering tertuju pada kapasitas pembangkit, investasi, atau target penurunan emisi. Padahal, keberhasilan transisi tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang tersedia, tetapi juga oleh orang-orang yang akan merancang, membangun, dan mengoperasikannya.

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika energi surya mulai mendapat ruang lebih besar dalam arah kebijakan energi nasional. Namun di tengah optimisme pertumbuhan industri, muncul tantangan yang jarang menjadi pusat pembahasan,  kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Co-Founder & Director of Technology Xurya, Edwin Widjonarko, industri energi surya di Indonesia saat ini sudah mulai memasuki fase pertumbuhan.

Ilustrasi energi surya.
Ilustrasi energi surya.

Permintaannya meningkat, jumlah pelaku usaha bertambah, dan ekosistemnya mulai berkembang. Tetapi perkembangan tersebut belum selalu diikuti oleh kesiapan tenaga kerja dengan kualitas yang merata.

“Yang menurut saya masih jarang dibicarakan justru kesiapan SDM. Karena industri ini berkembang cepat, jumlah perusahaan EPC (Engineering, Procurement, and Construction)  dan installer juga bertambah. Tapi kualitas tenaga kerjanya belum selalu setara dengan kebutuhan industrinya,” kata Edwin.

Green jobs berpotensi tumbuh, tetapi tidak otomatis mudah diisi

Tantangan ini juga terlihat dalam riset Coaction Indonesia berjudul Kesiapan Pasar Tenaga Kerja dalam Pengembangan Green Jobs di Sektor Energi Terbarukan.

Studi tersebut memproyeksikan bahwa transisi energi menuju target Net Zero Emission melalui pengembangan energi terbarukan dapat menciptakan 6,31–10,19 juta lapangan kerja bersih hingga 2060.

Energi surya diperkirakan menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan potensi 1,86–4,57 juta pekerjaan.

baca juga

Namun, di balik proyeksi tersebut, penelitian menemukan paradoks yang menarik: tenaga kerja tersedia, tetapi perusahaan tetap mengalami kesulitan merekrut.

Banyak lulusan sebenarnya memiliki latar pendidikan yang sesuai. Namun ketika masuk ke dunia kerja, kemampuan yang dimiliki belum selalu menjawab kebutuhan operasional industri.

Riset tersebut menyebut tantangan utamanya bukan pada ketersediaan tenaga kerja, melainkan pada kedalaman keterampilan teknis dan kemampuan menerjemahkan teori menjadi penyelesaian masalah di lapangan.

Masalahnya bukan kekurangan teori, tetapi minim pengalaman praktik

Edwin melihat kondisi yang serupa dari pengalaman industri. Menurutnya, secara umum arah pendidikan sudah cukup baik. Banyak tenaga kerja memiliki fondasi teori yang kuat. Tetapi ketika harus bekerja dalam kondisi nyata, masih muncul jarak antara apa yang dipelajari dan apa yang dibutuhkan.

“Fondasinya sebenarnya sudah bagus. Tapi saat harus diaplikasikan ke situasi nyata masih kurang nyambung,” ujarnya.

Ia mencontohkan pekerjaan instalasi dan desain sistem PLTS. Secara teori, pekerja memahami tahapan dan prosedur pemasangan. Namun ketika mengerjakan langsung, detail teknis yang tampak kecil sering kali terlewat.

Padahal, dalam sistem energi, detail tersebut dapat memengaruhi performa bahkan aspek keselamatan.

Menurut Edwin, tantangan ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal.

Yang dibutuhkan adalah ruang yang memungkinkan tenaga kerja menghubungkan teori dengan praktik.

Menjembatani kebutuhan industri lewat pelatihan

Salah satu pendekatan yang mulai dicoba adalah memperkuat pelatihan berbasis industri. Sejak 2024, Xurya menjalankan Solar Academy Indonesia, program pelatihan yang ditujukan bagi mitra EPC (Engineering, Procurement, Construction).

Materi pelatihan dikembangkan dari proses pembelajaran internal perusahaan—mulai dari praktik yang terbukti efektif hingga kesalahan yang pernah terjadi di lapangan.

“Kesalahan yang pernah kami alami dan tidak ingin terulang, kami jadikan bahan pembelajaran lalu dibagikan kepada mitra,” kata Edwin.

Program ini juga menekankan praktik langsung melalui penggunaan peralatan dan simulasi kondisi kerja nyata bersama mitra pelatihan.

Tujuannya bukan menggantikan pendidikan formal, tetapi membantu mempercepat proses adaptasi tenaga kerja terhadap kebutuhan industri yang berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS

Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:30 WIB

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Terkini

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:40 WIB

×