- Presiden Prabowo Subianto melibatkan TNI dan Polri untuk memperkuat ketahanan pangan nasional demi mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia.
- Dave Laksono dari Komisi I DPR RI mendukung kebijakan tersebut sebagai upaya optimalisasi peran strategis institusi pertahanan.
- Pernyataan dukungan ini disampaikan di Jakarta pada 25 Juni 2026, menyusul pidato Presiden di Gorontalo sehari sebelumnya.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan TNI dan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan, peran aktif prajurit di sektor pertanian bukanlah bentuk kembalinya peran dwifungsi ABRI seperti pada era Orde Baru.
Menurutnya, kebijakan ini justru merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan potensi TNI sebagai tulang punggung bangsa dalam menjaga kedaulatan negara di berbagai lini.
"Tentu menjadi satu kebanggaan bahwa tentara Indonesia ini bukannya kita kembali ke dwifungsi Orde Baru, akan tetapi justru mengoptimalkan kehadiran TNI untuk benar-benar menjadi tulang punggung bangsa," ujar Dave di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurut Dave di era modern, definisi kedaulatan tidak lagi terbatas pada aspek keamanan fisik dan wilayah semata.
Ia menilai keterlibatan TNI dalam mengelola pangan adalah bagian dari upaya mewujudkan kemandirian bangsa secara menyeluruh.
"Karena kan kedaulatan itu ada kedaulatan pangan, kedaulatan energi, hingga kedaulatan digital. Nah, di sinilah fungsi-fungsi TNI itu benar-benar dioptimalkan," tambah politisi Partai Golkar tersebut.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keterlibatan institusi TNI dan Polri dalam ketahanan pangan nasional merupakan hal yang strategis.
Ia menilai keikutsertaan para prajurit dalam mengelola sektor pangan menjadi keunikan yang hanya ada di Indonesia.
"Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. Hanya di mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia Angkatan Udara tanam tebu," kata Prabowo dalam pidatonya di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).