- Presiden ke-7 RI Joko Widodo menghadiri Rakorda PSI di Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Jumat, 26 Juni 2026.
- Jokowi memberikan sambutan berisi pandangan politik nasional serta pernyataan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo dan Gibran.
- Penggunaan atribut PSI oleh Jokowi menegaskan posisinya dalam partai meski jabatan resmi masih menunggu mekanisme internal.
Suara.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertolak dari Solo menuju Lampung untuk menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Mesuji, Jumat (26/6/2026).
Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan Jokowi dijadwalkan memberikan sambutan di hadapan kader partai. Menurutnya, sambutan tersebut tidak hanya berisi motivasi, tetapi juga pandangan mengenai situasi politik nasional dan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Tentu, kehadiran beliau ke Rakorda adalah untuk memberikan sambutan," kata Bestari kepada Suara.com, Jumat (26/6/2026).
Bestari menyebut Jokowi merupakan patron politik PSI yang memiliki rekam jejak memenangkan berbagai kontestasi politik. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi inspirasi bagi kader PSI.
"Nah itu yang akan menjadi inspirasi bagi semua, selain hal-hal lain yang mungkin situasi politik nasional, kemudian hal-hal lain yang penting dan perlu beliau nanti sampaikan, utamanya tentang dukungan terhadap pemerintahan Pak Prabowo-Gibran ke depan," ujarnya.
Berangkat Kenakan Atribut PSI
Bestari juga mengungkapkan Jokowi telah mengenakan atribut PSI sejak berangkat dari Solo menuju Lampung. Jokowi disebut memakai topi berlogo gajah PSI dan kaus berlogo partai tersebut.
Menurut Bestari, hal itu menjadi penegasan bahwa Jokowi kini telah berada di PSI.
"Yang jelas Pak Jokowi sudah berada di PSI, dibuktikan dengan apa? Beliau berangkat dari Solo ini outfit-nya sudah memakai topi berlogo PSI, kemudian baju yang beliau pakai juga sudah ada logo PSI. Itu sebagai penegasan bahwa beliau sudah ada di PSI dan tidak lagi berada di partai yang lama-lama itu," kata Bestari.
Meski demikian, Bestari menegaskan jabatan resmi Jokowi di PSI belum akan diumumkan dalam Rakorda tersebut. Ia mengatakan hal itu masih menunggu mekanisme internal partai.
"Jadi sampai hari ini sebagaimana telah dijawab juga oleh Pak Jokowi, menunggu mekanisme. Dan kita menunggu PSI kan ada mekanismenya. Beliau menyampaikan seperti itu. Jadi kita telah menyampaikan kepada Ketua Umum untuk memberikan privilege kepada beliau pada saat yang tepat, waktu yang tepat, tempat yang tepat untuk mengumumkan apa sih posisi beliau di PSI," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi juga telah menyatakan bahwa dirinya akan mengikuti mekanisme partai terkait posisi atau jabatan yang akan diembannya di PSI. Hingga kini, PSI belum mengumumkan secara resmi peran Jokowi di struktur kepengurusan partai.