-
Gempa kembar mematikan mengguncang pesawat di Venezuela hingga memicu kepanikan luar biasa para penumpang.
-
Korban jiwa kini mencapai 235 orang saat tim penyelamat mengejar waktu emas evakuasi.
-
Militer Amerika Serikat turun tangan membantu penanganan bencana di tengah situasi politik yang kritis.
Suara.com - Kepanikan hebat melanda para penumpang di dalam pesawat saat gempa kembar mengguncang Landasan Bandara Simon Bolivar. Rekaman video saksi mata memperlihatkan momen menegangkan ketika badan burung besi tersebut bergoyang tanpa kendali.
Para penumpang di dalam kabin terlihat kesulitan menjaga keseimbangan demi menyelamatkan diri mereka. Rekaman amatir yang disiarkan Reuters tersebut merekam jelas detik-detik mencekam saat getaran besar melanda area apron.
Dikutip dari CNN Internasional, pusat infrastruktur penerbangan di Maiquetia, negara bagian La Guaira, tersebut kini mengalami kelumpuhan total. Manajemen bandara terpaksa menghentikan seluruh operasional penerbangan akibat kerusakan fasilitas yang sangat masif.
![Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Berisiko Tinggi Terhadap Gempa? [@ActualidadRT]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/19807-gempa-venezuela.jpg)
Bencana alam ini memperparah penderitaan negara yang sedang berada di pusaran krisis finansial serta politik tersebut. Jumlah korban tewas akibat bencana hidrometeorologi ini dilaporkan telah melonjak hingga mencapai 235 jiwa.
Tim penyelamat kini sedang berpacu dengan waktu demi memanfaatkan "golden window" sebelum peluang menemukan korban selamat tertutup. Lindu kedua yang melanda wilayah tersebut tercatat sebagai gempa bumi paling kuat dalam satu abad terakhir.
Ratusan warga dilaporkan hilang misterius dan diduga kuat masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Kawasan padat penduduk di La Guaira dan Caracas menjadi titik terparah dengan ribuan rumah yang rata dengan tanah.
Masyarakat yang selamat kini telantar di jalanan karena kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap. Kondisi sanitasi dan kebutuhan logistik darurat di lokasi pengungsian mulai menunjukkan status siaga satu.
Operasi kemanusiaan skala besar kini mulai berjalan di lapangan untuk menyisir sisa-sisa kehancuran gedung. Pasukan militer Amerika Serikat bahkan telah mendarat di lokasi untuk memimpin langsung jalannya evakuasi korban.
Kehadiran tentara asing ini menjadi sorotan tajam setelah operasi rahasia pasukan khusus AS awal tahun ini. Saat itu, mereka melakukan penggerebekan mematikan untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro.
Kendati tensi politik meninggi, berbagai tim bantuan internasional dari seluruh dunia terus berdatangan ke lokasi bencana. Komitmen bantuan dana dan logistik dari negara-negara donor mengalir deras demi menyokong pemulihan nasional.
Kondisi Venezuela sebelum gempa memang sudah berada di titik nadir akibat inflasi ekstrem dan konflik kekuasaan internal. Hantaman gempa kembar terbesar dalam 100 tahun ini seolah menjadi pukulan telak yang melumpuhkan urat nadi negara.
Sektor penerbangan internasional kini terputus sepenuhnya akibat hancurnya Bandara Simon Bolivar yang menjadi gerbang utama negara. Pemerintah setempat kini bergantung penuh pada bantuan taktis komunitas global guna menghindari krisis kemanusiaan yang lebih dalam.