Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Vania Rossa

Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
Diskusi dalam pameran Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan—Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Forum Kunstkring Dialogue di Jakarta pada 24–26 Juni 2026 menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekonomi restoratif Indonesia.
  • Pemerintah didorong menyusun kebijakan yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama pembangunan guna memastikan akses setara dalam pengelolaan sumber daya.
  • Program perhutanan sosial dan ekonomi produktif perempuan diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan, ketahanan pangan, serta menurunkan angka kemiskinan dan stunting.

Suara.com - Pengembangan ekosistem ekonomi restoratif di Indonesia dinilai tak akan berhasil tanpa kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang benar-benar menempatkan perempuan sebagai aktor utama pembangunan. Pesan itu mengemuka dalam Kunstkring Dialogue: Forum Ekonomi Restoratif yang berlangsung di Jakarta pada 24–26 Juni 2026.

Komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat sipil, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas lokal disebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekonomi restoratif yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menilai pemberdayaan perempuan tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu kementerian saja.

"Kalau upaya yang dilakukan terpecah-pecah, tujuan memberdayakan perempuan tidak akan pernah tercapai. Kewenangan Kementerian PPPA terbatas, sehingga diperlukan dukungan dari kementerian lain untuk mendorong ekonomi restoratif," kata Veronica.

Senada, Direktur Program Yayasan Penabulu Rini D. Nasution mengatakan penguatan ekosistem masyarakat sipil menjadi langkah penting agar perempuan memiliki peran lebih besar sebagai pemimpin lokal, pemegang hak, pengelola aset produktif, sekaligus agen perubahan di komunitasnya.

Forum tersebut juga menghasilkan rekomendasi agar pemerintah menyusun kebijakan yang menempatkan perempuan bukan sekadar penerima manfaat, melainkan sebagai subjek utama pembangunan.

Veronica mengungkapkan sekitar 80 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Namun, kelompok ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kesejahteraan, layanan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga pengelolaan sumber daya alam.

"Kalau ingin mewujudkan Indonesia Emas, perempuan harus mendapat akses yang setara. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi subjek perubahan," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Menurutnya, perempuan memegang peran sentral dalam pengembangan pariwisata restoratif, terutama di tingkat desa.

baca juga

"Perempuan adalah jantung pariwisata restoratif. Mereka menjadi pusat pelestarian lingkungan sekaligus penggerak ekonomi keluarga," katanya.

Untuk mendukung pemberdayaan perempuan, pemerintah telah menjalankan sejumlah program seperti Kebun Pangan Perempuan (KPP), pengembangan agroforestri bambu, hingga Perhutanan Sosial Khusus Perempuan di Nusa Tenggara Timur. Program-program tersebut berfokus pada pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan keluarga, sekaligus mendukung penurunan angka stunting dan kemiskinan.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perempuan adalah beban kerja domestik yang kerap menghambat pengembangan usaha. Karena itu, pemerintah daerah bersama Kementerian Kehutanan tengah mendorong penyediaan lahan produksi melalui skema perhutanan sosial untuk kelompok perempuan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani menjelaskan program perhutanan sosial dirancang untuk mengatasi ketimpangan akses terhadap lahan, modal, dan pasar. Ia mencontohkan, di Nusa Tenggara Timur pemerintah telah menerbitkan izin perhutanan sosial seluas 648 hektare bagi 335 orang, di mana 310 di antaranya merupakan perempuan.

Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) Monica Tanuhandaru mengatakan Kunstkring Dialogue digagas bersama Penabulu-Oxfam sebagai ruang bertemunya pembuat kebijakan, akademisi, pelaku usaha, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen membangun ekonomi restoratif yang berpihak pada perempuan.

Forum ini menjadi bagian dari pameran Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan—Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi, yang digelar Yayasan Uma Nusantara di Tugu Kunstkring Palais, Jakarta. Acara tersebut menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah, akademisi, pengusaha, perwakilan masyarakat adat, hingga inovator muda yang bergerak di bidang ekonomi restoratif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:09 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan

Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

×